Jurus Tiga Kaki XL Antisipasi Jika Kabel Bawah Laut Putus

KBRN, Takengon : Acapkali putusnya kabel bawah laut bikin merana masyarakat modern karena berdampak padamnya akses internet di suatu wilayah. Persoalan itu diantisipasi XL Axiata dengan jurus tiga kaki. Apa itu?Tiga kaki yang dimaksud adalah jumlah Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang dimiliki dan sedang digarap oleh XL Axiata saat ini, yakni yaitu Australia-Singapore Cable (ASC), Batam Sarawak International Cable System (BaSIC), dan terbaru itu Echo menghubungkan Indonesia-Amerika Serikat secara langsung.

"Banyak kasus, mungkin semua operator pernah mengalami blackout itu gara-gara submarine cable. Kalau sudah misalnya yang ke Singapura atau Kalimantan maupun Papua, itu bisa blackout sudah," ujar Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa di Tanjung Pakis

Adapun kabel bawah laut yang putus itu biasanya gara-gara jangkar kapal hingga terjadinya aktivitas vulkanik bawah laut. Kendati begitu, infrastruktur kabel bawah laut dinilai paling pas untuk negara seperti Indonesia yang merupakan kepulauan.

"Risiko di laut kita tidak bisa diprediksi, tetapi setidaknya punya tiga kaki. Antar pulau itu paling tidak ada tiga kaki, jadi kalau jalur yang satu putus bisa ke jalur yang lain sebagai backup," ucapnya.

Gede menambahkan hal terpenting dalam pergelaran SKKL ini adalah perencanaan. Sebab bila ada perubahan di tengah jalan akan mengacaukan proses pergelaran tersebut.

"Kita tahu koridor lewat mana, panjang kabelnya berapa, sehingga fabrikasinya sangat akurat. Ini tidak bisa pilih kabel terus langsung pasang, tidak bisa. Pasti diukur semuanya, karena jika ada perubahan planning itu akan merubah dari awal," jelasnya.Begitu juga, XL memastikan pergelaran kabel bawah laut optik yang dilakukannya sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sumber : inet.detik.com

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar