Amerika Serius Selidiki 144 Penampakan UFO, Sampai Bikin Satgas Baru

Apakah unidentified flying object (UFO) yang selalu dikaitkan dengan alien benar adanya? Pertanyaan itu yang sampai saat ini belum terjawab umat manusia.

Atas dasar itu, Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat membentuk badan atau satuan tugas baru untuk menyelidiki laporan tentang keberadaan UFO di wilayah udara terbatas (SUA), dikutip dari BBC. Satgas baru itu diberi nama Grup Sinkronisasi Identifikasi dan Manajemen Objek Lintas Udara (AOIMSG).

Pembentukan badan baru ini setelah pemerintah merilis laporan pengamatan pada Juni lalu bahwa ada 144 benda terbang misterius di sekitar markas militer dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok pengamat UFO itu akan diawasi oleh Wakil Menteri Pertahanan untuk Intelijen, direktur Staf Gabungan dan pejabat dari Kantor Direktur Intelijen Nasional.

Wakil Menteri Pertahanan Kathleen Hicks mengatakan fenomena udara tak dikenal di wilayah udara terbatas berpotensi menimbulkan risiko keselamatan penerbangan bagi awak pesawat. Selain itu meningkatkan potensi masalah keamanan nasional.

Adapun AOIMSG akan menggantikan Satgas Fenomena Udara Tak Dikenal Angkatan Laut AS. Tugasnya akan bekerja untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan mengaitkan objek, serta menilai dan mengurangi ancaman terkait.

Pentagon sendiri menyebut bakal mempelajari penampakan 144 diduga UFO di wilayah udara terbatas. Beberapa penjelasan yang dimungkinkan adalah itu merupakan teknologi canggih dari negara lain seperti China atau Rusia atau fenomena atmosfer alami yang dapat dicatat pada sistem radar, dan perkembangan dan program rahasia oleh entitas AS.

Meski begitu sampai saat ini Pentagon belum bisa menjelaskan asal muasal benda terbang yang diduga UFO tersebut. Pentagon tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa benda-benda itu adalah milik makhluk luar angkasa.

Usai dibentuk, AOIMSG langsung bertugas secara khusus untuk menyelidiki UFO. Mereka hadir untuk membedakan mana UFO dan mana kemungkinan hadirnya teknologi benda terbang milik pihak asing yang tidak diketahui AS.

Satgas baru disebut akan fokus pada insiden di dekat kawasan wilayah udara terbatas yang dikontrol secara ketat dan diblokir dari penerbangan umum karena area keamanannya sensitif.

Di sisi lain, tinjauan resmi yang sebagian besar rahasia terkait laporan penampakan UFO menyatakan bahwa sebagian besar dari 120 penampakan benda terbang misterius selama 20 tahun terakhir dapat dijelaskan secara logika. Pentagon memastikan benda-benda tersebut tidak ada hubungannya dengan teknologi AS atau teknologi rahasia milik asing.

Sumber: Kumparan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar