MPU Aceh keluarkan fatwa hukum terkait zakat fitrah 2022

Foto: Sekretariat MPU Aceh

KBRN, Takengon: MPU Aceh mengeluarkan fatwa hukum terkait dengan zakat fitrah tahun 1443 H.

Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali menyampaikan fatwa hukum tersebut nomor 13 tahun 2022.

Fatwa MPU itu kata Tgk Faisal seharusnya mengikat kepada seluruh komponen masyarakat Aceh, terutama sekali kepada pengambil kebijakan Aceh.

Hal itu tidak terlepas karena MPU diberikan kewenangan untuk mengeluarkan fatwa hukum dan merekomendasikan beberapa kegiatan keagamaan kepada pemerintah.

"Dalam fatwa itu bahwa zakat fitrah boleh diberikan dengan makanan pokok kalau kita di Aceh. Harus diberikan dengan makanan pokok, jadi konsumsi beras, maka beras, tidak boleh yang lain," katanya.

Diungkapkan Tgk Faisal, pada umumnya orang Aceh bermazhab Syafi'i.

Jikapun mempertimbangkan hal lain, maka bertaklid atau berpegang pendapat  kepada mazhab Hanafi yang membolehkan membayar uang, tetapi uang yang dibayarkan untuk zakat fitrah tersebut seharga makanan yang telah ditentukan oleh Rasulullah.

"Jadi Rasulullah itu tidak menentukan makanan pokok, tapi menentukan enam jenis makanan yang wajib diberikan zakat fitrah. Kalau enam makanan pokok itu tidak kita temukan, makanya membolehkan memberikan dengan uang," jelas Lem Faisal sapaan akrab Tgk Faisal Ali.

MPU Aceh Himbau Masyarakat Salurkan Zakat Fitrah dengan Beras

Tgk Faisal mengingatkan jika membayar zakat fitrah dengan uang, maka bukan dihargai dengan beras, melainkan harga dari salah satu enam jenis makanan yang ditentukan Rasullulah, diantaranya kurma, gandum, kismis.

"Harga itu bukan harga beras, jadi harga yang di uang kan adalah harga uang daripada salah satu dari enam tadi yang disebutkan dalam hadits nabi, salah satunya gandum," timpalnya.

Sementara untuk membayar zakat fitrah dengan uang, maka  kadarnya mencapai 3,8 kg.

Sn 

Baca artikel lainnya:

MPU Aceh Klasifikasi Tentang Zakat Fitrah  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar