Kurban masyarakat Minang Saiyo Takengon turun

KBRN, Takengon: Persiapan jelang hari raya kurban di Takengon, Aceh Tengah, sejumlah aparatur desa, panitia hari besar Islam maupun organisasi kemasyarakatan muslim terus menerima pendaftaran bagi masyarakat yang hendak berkurban.

Seperti yang dilakukan perkumpulan masyarakat Minang Saiyo di Takengon.

Mereka sudah sejak jauh hari, menerima pendaftaran bagi masyarakat untuk berkurban.

Namun hingga saat ini, jumlah masyarakat berkurban masih minim.

Ketua Minang Saiyo Aceh Tengah Irvan Rasyid dikonfirmasi RRI menyampaikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban yang diterima Minang Saiyo jauh lebih sedikit.

"Tahun ini 8 ekor, kalau hitungan tahun lalu itu 13 ekor, menurun," ujarnya.

Disinggung lebih jauh sebab menurunnya antusias masyarakat berkurban, khususnya di komunitas Minang Saiyo, timpalnya dikarenakan pendapatan masyarakat yang menurun.

"Setelah kami tanya ke peserta yang tahun lalu ikut sekarang nggak ikut, faktor ekonomi, pendapatan yang menurun," ungkap Irvan Rasyid.

Komunitas Minang Saiyo sudah sejak lama ada di Takengon. Tidak saja pegawai negeri sipil yang ikut berkurban di Minang Saiyo, melainkan pedagang dan lainnya.

Penurunan penerimaan hewan kurban tahun 2022 ini juga dirasakan pemerintah desa Blang Kolak 1 Takengon.

Disampaikan Ketua panitia penyembelihan hewan kurban Tgk Abdul Aziz, jika tahun sebelumnya bisa menerima sampai 16 ekor, tahun ini hanya 9 ekor hewan kurban.

"Penyebabnya ya mungkin karena situasi ekonomi masyarakat yang sekarang," katanya.

Sn 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar