Ditunaikan Malam, Kloter 1 Tuntaskan Umrah Wajib

KBRN, Aceh : Jamaah Haji Embarkasi Aceh Kloter 1 (BTJ-01) asal Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Aceh Utara, dan Pidie Jaya telah tuntaskan umrah wajib, Jumat 24 Juni 2022.

Satu Ketua Rombongan Karom dari  H Akhyar MAg melaporkan bahwa, sesi umrah wajib bagi jamaah kloter perdana yang tiba dari Madinah pada Kamis 23 Juni ini, dimulai pukul 23.00 WAS hingga pukul 02.00 dini hari WAS.

"Umrah wajib merupakan rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Pelaksanaan berjalan lancar karena kerja sama baik antara Petugas Haji, Kelompok Bimbingan Ibadah haji (KBIH) Al-Mabrur di bawah bimbingan Tgk H Abdul Muthalib (Waled) serta Tgl Jamal Affan, Pengurus Baitul Asyi yang turut membantu sehingga umrah berjalan dengan lancar.

Menurutnya, ada kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk musim haji tahun ini, yaitu umrah perdana dilakukan pada malam hari setelah selesai jamaah shalat isya di Masjidil Haram. Kloter 1 dilakukan Kamisnya.

"Pada Jumat keesokannya dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan umrah sehingga jamaah akan tahu apakah ibadah yang dilakukan sudah sempurna atau ada larangan yang dilakukan, sehingga harus melewati sanksi/denda," jelasnya.

Panitia Penyelenggara Arab Saudi meminta kepada seluruh jamaah tidak memaksa diri untuk beribadah, namun harus disesuaikan dengan kemampuan fisik.

"Hal ini terus di kampanye di hotel di mana jamaah haji menginap. Jamaah 01 BTJ tergabung di Sektor 3 menempati Wilayah Raudhah dengan Nomor Rumah 306 di Hotel Ashqiriyah," tambah Akhyar, Kasi Bimas Kankemenag Aceh Besar ini.

Bahwa hotel di Makkah al-Mukarramah ini cukup mewah untuk ukuran jamaah haji, setara bintang 5. Menurut info dari pekerjaan hotel (housekeeping) asal Lombok NTB, hotel ini milik raja (hotel plat merah).

Jelasnya, bahwa perbedaan umrah wajib  umrah sunnah adalah pada waktu penunaiannya.

Umrah wajib adalah umrah (berziarah ke Baitullah dengan tata cara yang dituntunkan atau manasik) dan merupakan satu kesatuan dengan ibadah haji.

Umrah sunnah juga kita berziarah ke Baitullah dengan tata cara yang dituntunkan atau manasik, tapi di luar musim haji dan tidak berkaitan dengan ibadah haji. 

Umrah sunah maupun umrah wajib dilakukan dengan tata cara yang sama, mulai niat di miqat, tawaf tujuh putaran—dengan tiga putaran berlari-lari kecil (ramal)—sa’i antara Safa dan Marwah, serta tahalul.

Bedanya seperti tadi, bahwa umrah wajib harus berlanjut kepada pelaksanaan haji pada tanggal 8 Dzulhijah, sedangkan umrah selesai dengan tahalul.

Ada 3 jenis haji kaitan dengan umrah: tamattu’, ifrad, dan qiran. Tamattu’ jika umrah dilakukan sebelum haji, ifrad jika umrah dilakukan setelah haji, dan qiran adalah umrah yang dilakukan bersama-sama dengan haji. (Rel)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar