Ada Subsidi Pemerintah dalam Ongkos Haji

KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah selama ini kerap kali menombok tiap kali penyelenggaraan ibadah haji. Hal itu karena harus memberi subsidi ongkos haji. 

Menko Muhadjir menjelaskan bahwa ongkos ibadah haji selalu disubsidi pemerintah hampir setengah lebih.

"Biaya haji itu sebetulnya di atas Rp70 juta, bahkan Rp80 juta sekian," kata Muhadjir kepada wartawan, Senin (23/5/2022). 

"Jadi, sebetulnya masyarakat harus diberi pemahaman, bahwa pemerintah selalu memberi subsidi ongkos haji," tambahnya.

Terkait hal itu Muhadjir mengatakan saat ini dana haji tidak lagi dikelola Kementerian Agama (Kemenag). Dana haji sekarang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Karena itu, ketika subsidi tak cukup, BPKH harus mencari sumber dana lain untuk subsidi pembiayaan haji dari pemerintah.

"BPKH berusaha menutup itu melalui investasi, diinvestasikan tapi itu sangat tidak cukup. Belum bisa menutup kekurangan biaya haji," tuturnya. 

Di sisi lain, setiap tahun sebetulnya ongkos haji mengalami kenaikan, di samping pemerintah harus menanggung beban inflasi dari pembayaran ongkos haji. 

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mencontohkan ongkos ibadah haji yang dibayar lima tahun lalu dengan saat ini, tentu secara ekonomi berbeda. Pasalnya, dana yang dibayarkan harus terkena dampak inflasi.

"Inflasi enggak terhitung dengan ongkos haji yang tidak secara periodik tanpa kenaikan. Akibatnya pemerintah menanggung beban inflasi," ujarnya. 

Karena itu, Muhadjir menegaskan, tak benar bila ada informasi ongkos dana haji digunakan pemerintah pusat untuk pembangunan sejumlah infrastruktur. Alhasil demi mengurangi besarnya subsidi, ia sempat memberikan usulan kepada Presiden Joko Widodo, agar membahas lebih lanjut mengevaluasi ongkos dana haji setiap tahunnya.

"Tidak benar ada isu uang haji dipakai membangun infrastruktur, itu tidak ada. Malah kita selama ini menombok," tandasnya.(MP)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar