FOKUS: #PPKM

Berangkat umrah, penyelenggara wajib lapor ke Siskopatuh

Dirjen PHU Hilman Latief/ kemenag

KBRN, Takengon: Pemerintah mulai membuka perjalanan ibadah umrah bagi masyarakat yang hendak melaksanakannya.

Namun ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dan dipatuhi setiap jemaah maupun penyelenggara perjalanan ibadah haji.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengatakan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang hendak memberangkatkan jemaah umrah, wajib melaporkan rencana keberangkatannya melalui  Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH).

“PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang akan memberangkatkan jemaah umrah juga wajib melaporkan keberangkatan melalui SISKOPATUH,” tegas Hilman.

Ketentuan lainnya, kata Hilman, keberangkatan dipiroritaskan bagi PPIU yang menggunakan penerbangan langsung (direct flight) melalui Bandara Soekarno Hatta.

Kepulangan jemaah umrah juga harus mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Keberangkatan empat penerbangan awal mengacu Kebijakan Umrah Satu Pintu (one gate policy) dengan menggunakan asrama haji Jakarta sebagai lokasi screening kesehatan dan titik awal keberangkatan yang dikoordinasikan oleh asosiasi PPIU,” jelas Hilman

“Kanwil Kemenag Provinsi dan Kemenag Kab/Kota wajib melakukan pengawasan keberangkatan jemaah umrah di wilayah kerjanya,” sambungnya.

Hilman menambahkan, pihaknya telah bersurat kepada PPIU dan Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia terkait dengan ketentuan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi ini.

Sumber Kemenag

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar