Dari Gayo Lues, Perjuangan Provinsi ALA Kembali Digaungkan

Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru

KBRN, Blangkejeren: Rapat koordinasi pimpinan daerah negeri serumpun digelar di Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues pada Jumat 18 September 2020.

Rapat tersebut membahas sejumlah agenda. Bupati Gayo Lues Muhammad Amru dihubungi RRI dari Takengon menyampaikan latar belakang dilaksanakan kegiatan tersebut.

Pertama, adanya desakan tokoh masyarakat terkait perjuangan yang telah banyak menyerap dana, waktu, tenaga dan pikiran tentang pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA).

Perjuangan tersebut akan terus dilanjutkan dengan terus menggelar sejumlah pertemuan dan menyampaikan ke pemerintah pusat dengan memperhatikan ketentuan dan aturan yang berlaku.

"Beberapa tokoh masyarakat mendesak kita menanyakan macam mana kesudahan dari perjuangan yang dahulu yang sudah banyak menyerap dana, menyita waktu tenaga dan pikiran tentang pembentukan Provinsi ALA, jadi tokoh masyarakat dari berbagai tempat meminta kepada kita mengadakan pertemuan dari negeri serumpun ini," ujar Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, Jumat (18/9/2020).

Timpal Bupati Gayo Lues, dalam rapat koordinasi pimpinan daerah negeri serumpun sepakat tidak memperbesar masalah Plt Gubernur Aceh, diantaranya tentang pencemaran nama baik atau suku.

"Kita bahas, cuman tidak kita perbesar masalah Nova Iriansyah," timpalnya.

Bahasan berikutnya jelas Amru adalah soal masyarakat Gayo atas nama Lebe Ali yang meminjamkan emas seberat 400 kg ke Suekarno-Hatta.

Terkait persoalan ini, masih akan dilakukan penelusuran lebih lanjut.

"Adanya ditemukan satu bukti masyarakat Gayo pernah menyumbang pemerintahan di masa BPUPKI sebesar 400 kg gram emas. Itu kita minta diteliti dulu kebenarannya, kan perlu data otentik," timpalnya lagi.

Mengakhiri wawancara bersama RRI, Bupati Gayo Lues Muhammad Amru berpesan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan terus kompak untuk mencapai satu tujuan.

"Harapan kita, ini kita minta doa dan dukungan dari kawan-kawan supaya kompak," demikian Muhammad Amru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00