Pansus DPRK Tetap Pantau Perkembangan Perdamaian Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah

KBRN, Takengon: Perdamaian Bupati Shabela Abubakar dan Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus telah berjalan sukses pada Sabtu 11 Juli 2020.

Lalu, bagaimana kedepannya. Apakah masih perlu dilakukan pengawasan agar benar-benar perdamaian berlangsung solid?

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Tengah Sukurdi Iska kepada RRI mengaku Pansus perdamaian untuk sementara belum dibubarkan.

Bukan tanpa alasan, sebut Sukurdi Pansus tetap berjalan untuk mengawal kedua pimpinan daerah Aceh Tengah itu.

“Pansus belum bubar, tetapi kita kawal terus. Bagaimana wewenang dan tugas itu, supaya mengerti, supaya tidak ada terjadi perselisihan lagi,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) perdamaian DPRK Aceh Tengah Sukurdi Iska, di release, Minggu (12/7/2020).

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Tengah Sukurdi Iska mengungkapkan keberhasilan perdamaian Shabela-Firdaus tidak terlepas dari pendekatan yang terus dilakukan pihaknya, tanpa memojokkan kedua belah pihak yang berseteru.

“Ini upaya pendekatan kita, pendekatan secara pribadi, tergugah pemikiran dari dua belah pihak. Kita dalam pertemuan juga tidak memojokkan satu sama lain. Ini kiat-kiat yang membawa keberhasilan perdamaian ini,” timpalnya.

Shabela Abubakar-Firdaus juga harus ingat, bahwa dalam ikrar perdamaian termaktup sejumlah point yang apabila dilanggar berakibat fatal.

Pertama Bupati dan Wakil sama-sama meminta maaf kepada masyarakat Aceh Tengah atas keselahpahaman yang terjadi.

Kedua, tidak akan mengulangi perselisihan selama memimpin Kabupaten Aceh Tengah, dan ketiga jika kesepakatan ikrar dilanggar, maka DPRK akan melakukan proses pemakzulan.

Acara perdamaian turut dihadiri Sekretaris Daerah, Mukim, Majelis Adat Gayo dan sejumlah pimpinan daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00