Pasca Damai, Ini Statemen Diungkap Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah

KBRN, Takengon: Kesepakatan damai telah tercapai antara Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar denga Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus, setelah dua bulan saling berselisih paham.

Ditemui usai prosesi perdamaian yang digagas DPRK Aceh Tengah melalui Rapat Paripurna Istimewa, Shabela mengaku setelah proses perdamaian sama-sama melaksanakan tugas pemerintah seperti biasa.

“Kita melaksanakan pemerintahan seperti biasa. Kalau sudah ada perdamaian lebih baguslah, lebih mantap. Jangan lagi ada hal-hal yang bisa masuk orang lain mengadu domba, itu yang kami harapkan,” Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Sabtu (11/7/2020).

Sementara itu Wakil Bupati Aceh Tengah Firdaus mengaku perdamaian yang telah disepakati bukan hal parsial atau hanya sebahagian saja, melainkan total bersepakat untuk benar-benar damai.

“Akan normal kembali suasana kebatinan dan lainnya. Kita usahkan kan normal. Kalau tidak normal kan ya berarti tidak secara total perdamaian kita. Inilah makanya melalui proses panjang sehingga perdamaian kita ini bukan parsial, jadi total, bukan sebagian saja,” ungkap Firdaus.

Ketua Majelis Adat Gayo Aspala Bantacut berharap kedepannya dua Pimpinan Aceh Tengah itu berjuang bersama untuk menggapai kerukunan dan perdamaian dan menghindari perselisihan.

“Kalau selisih pendapat itu biasa, lumrah. Hilangkan, jangan lagi ada dalam hati dongkol, hilangkan itu, penyebab-penyebab selisih hindari,” demikian Ketua MAG Aceh Tengah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00