Soal Pilkada Aceh 2022, PA Surati Jokowi

KBRN, Takengon : Partai Aceh (PA) tegas bersikap untuk pelaksanaan pilkada di 2022 sesuai UUPA nomor 11/2006. Karenanya, PA meminta presiden Jokowi menghormati kekhususan Aceh.

Pernyataan sikap itu, dideklarasikan di depan gua Putri Pukes, Takengon, Aceh Tengah, Senin (29/3) siang.

Naskah pernyataan sikap tersebut, ditujukan langsung kepada presiden Jokowi. Turut ditembuskan kepada sejumlah menteri terkait.

PA se-Aceh dan organisasi sayap, turut menuntut agar pemerintah pusat serius merealisasikan butir MoU sebagaimana perjanjian damai RI-GAM 2005 silam.

"Jika pernyataan sikap ini tidak disahuti, kita tempuh jalur perundingan," kata Ketua DPA PA Muzakir Manaf kepada awak media.

Sebelumnya, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar berharap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh dapat dilaksanakan 2022 sesuai amanah Undang-undang 11/2006tentang Tentang Pemerintah Aceh (UUPA).

Dalam waktu dekat, Wali mengaku akan bertolak ke Jakarta bertemu Menteri Dalam Negeri dan presiden Jokowi untuk meminta agar pemerintah pusat menghargai UUPA.

"Daerah lain mau buat Pemilu 2024 terserah mereka, kita tetap 2022," katanya.

Malik Mahmud juga menyerukan partai politik di Aceh baik lokal maupun nasional, secara bersama mempertahankan amanah UUPA untuk melaksanakan pemilihan kepala daerah lima tahun sekali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00