Bayi Dikubur Hidup-Hidup Ibu Kandung, Diduga Hasil Hubungan Gelap

KBRN,Takengon : Bayi baru lahir yang dikubur hidup-hidup oleh ibu kandungnya di Aceh Tengah, diduga merupakan hasil hubungan gelap antara pelaku SM (36) dengan seorang laki-laki beristri berinisial SP.

Hal itu diungkapkan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat Sik kepada sejumlah awak media dalam kegiatan konferensi pers yang berlangsung di halaman Mapolres setempat, Rabu (02/9/2020).

Kapolres menjelaskan, SM sendiri merupakan ibu rumah tangga yang masih memiliki seorang suami sah namun saat ini sedang menjalani hukuman di Aceh Tenggara, setelah beberapa waktu lalu terjerat kasus narkoba.

Dijelaskan, adapun motif pelaku tega menguburkan bayi hidup-hidup dibelakang rumahnya, yang berlokasi di Dusun Lukup Badak, Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing dikarenakan rasa malu terhadap keluarga dan masyarakat sekitar.

“Pelaku merupakan seorang ibu rumah tangga, yang masih berstatus istri, sedangkan anak ini, yang dikuburkannya setelah dilahirkan, merupakan hasil hubungan gelapnya,” katanya.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat Sik menambahkan, atas perbuatannya SM dijerat dengan UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Kalau kita lihat, ibu ini sudah hilang hati nuraninya, sehingga tega menghabisi nyawa, dari anak kandungnya sendiri,” tambahnya.

Kasus ibu kandung yang tega menguburkan bayi yang baru dilahirkan hidup-hidup terjadi pada Senin (31/8/2020) lalu, sehingga sempat membuat geger masyarakat Aceh Tengah dan jagat sosial media lewat video yang diunggah sejumlah pihak.

Bayi malang tersebut sempat diupayakan untuk diselamatkan oleh warga sekitar, setelah dilakukan penggalian, dimana kondisi bayi masih bernafas dan sempat menangis, namun naas bayi ini meninggal dalam perjalanan menuju RSU Datu Beru, Takengon.(FJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00