Konflik Direktur BLUD Datu Beru Takengon vs Yusuf Berakhir?

KBRN,  Takengon : Konflik antara Direktur BLUD Datu Beru Takengon dr. Hardi Yanis dengan dr. Muhammad Yusuf mengarah ke damai. Informasi ini disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh Safrizal Rahman kepada rri Kamis (25/2) melalui sambungan selulernya.

Dikatakan, hasil pertemuan Jumat pekan lalu di Kantor IDI Wilayah Aceh, menunjukkan adanya itikat baik dari kedua belah pihak. Hardi dan Yusuf katanya, bersedia damai tanpa syarat. Muhammad Yusuf sebagai pelapor katanya, juga dikabarkan bersedia menarik gugatan perdata di Pengadilan Negeri Aceh Tengah dan laporan dugaan tindak pidana di Polda Aceh.

Pertemuan lanjutan kata Safrizal, terus dilakukan oleh IDI Cabang Aceh Tengah untuk mengakhiri konflik keduanya. Laporan terakhir yang diterima IDI Wilayah Aceh, sidang sengketa yang dijadwal pada Kamis di Pengadilan Negeri Aceh Tengah juga ditunda. Penundaan itu kata Safrizal, lantaran adanya upaya damai dari kedua belah pihak.

“Sudah 80 persen Insya Allah damai,” katanya.

Kuasa Hukum dr. Muhammad Yusuf, Dedi Suheri, SH membenarkan telah mencabut gugatan perdata di Pengadilan Negeri Aceh Tengah pada Kamis (25/2). Pencabutannya tanpa syarat. Pencabutan itu katanya dihadiri kuasa hukum dari kedua belah pihak. Tidak menutup kemungkinan kata Dedi, laporan dugaan tindak pidana di Polda Aceh juga akan dicabut. Begitupun katanya, pencabutan itu sepenuhnya menjadi kewenangan dari Muhammad Yusuf.

“Kita sebagai pengacara menghargai, apapun keputusannya,” katanya.

Pengacara negara dalam kasus ini, Adenan Sitepu Kamis (25/2) malam kepada rri juga membenarkan kasus perdata konflik dua dokter itu telah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Aceh Tengah setelah penggugat mencabut laporannya. Pencabutan itu katanya, tindak lanjut dari hasil pertemuan upaya damai yang difasilitasi oleh IDI Wilayah Aceh.

Adenan Sitepu juga mengaku sudah menerima konsep surat dari IDI Wilayah Aceh yang menyatakan pihak penggugat akan mencabut laporan di Polda terkait pencemaran nama baik.

“Intinya laporan di Polda juga akan dicabut,” katanya.

Pada prinsipnya kata Adenan Sitepu, pihaknya mengapresiasi itikat baik dari penggugat atas terciptanya kesepakatan damai tersebut.

Konflik dua dokter itu bermula saat Muhammad Yusuf dipindahtugaskan dari spesialis kandungan di BLUD Datu Beru menjadi kepala Puskesmas Bebesen atas dugaan pelanggaran etik, salah satunya Direktur BLUD Hardi Yanis menuduh Muhammad Yusuf mengutip uang dari pasien BPJS.

foto@beritamerdeka

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00