Ramung Institute; Seleksi JPT Pratama BM Sarat Masalah

KBRN, Takengon : Direktur Ramung Institute Waladan Yoga kembali melayangkan kritik tehadap seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Bener Meriah. Waladan menduga proses seleksi itu sarat masalah setelah Panitia Seleksi (Pansel) menerbitkan dua kali pengumuman tiga besar.

Dugaan itu menurut Waladan, semakin menguat setelah pernyataan Sekda Bener Meriah, Haili Yoga selaku Ketua Pansel, tidak sejalan dengan tim independen assessment prof. abubakar karim. Namun Waladan tidak menyebut secara rinci pernyataan keduanya yang dianggap berbeda.

“Ini bukan membela seseorang, ini soal keputusan lembaga yang telah diterbitkan dan harus dipertahankan,” kata Waladan kepda rri, Jumat (22/1).

Jikapun Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) membatalkan hasil seleksi yang terbit 30 November 2020 menurut Waladan, seharusnya proses seleksi dilakukan dari dasar, mulai dari pembentukan panitia seleksi, pengumuman hingga tahapan turunannya. Terlebih katanya, Sekda Haili Yoga menyebut, KASN telah mencabut dua syarat; pernah mengikuti Diklatpim III dan pernah menjabat eselon IIIa selama dua tahun.

“kalau di ulang di tingkat wawancara, ini semata memenuhi syarat administrasi saja,” katanya.

Waladan Yoga juga meminta Bupati Bener Meriah Abuya Sarkawi tidak melantik pejabat terpilih hasil seleksi versi 18 Januari 2021 sebelum prosesnya dijalankan sesuai aturan. Ia juga mendesak bupati Abuya memberi sanksi tegas kepada Pansel dan mencopot pejabat yang terlibat dalam proses seleksi agar tidak menjadi catatan buruk bagi Bener Meriah.

Ketua Pansel JPT Pratama Bener Meriah Haili Yoga mengatakan, pengumuman hasil seleksi 30 November 2020 dibatalkan KASN lantaran kesalahan administrasi. Karenanya, Pansel melakukan assesment ulang dengan hasil yang diterbitkan pada 18 Januari 2021.

Haili Yoga mengaku tak terlibat langsung dalam penilaian assesment yang dilakukan oleh tim yang bersifat independen.

"Masalah nilai itu gak bisa dicampuri, independen mereka," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00