APDESI Aceh Tengah Dorong Penegak Hukum Usut Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Oleh Oknum Aparatur Kampung

KBRN, Takengon : Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Tengah, Misriadi kepada rri, Rabu (20/1) mendorong penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penggunaan ijazah palsu oleh oknum aparatur desa di Aceh Tengah.

Menurutnya, penggunaan ijazah palsu itu merupakan salah satu bentuk tindak pidana lantaran memalsukan dokumen sebagai salah satu syarat untuk menjadi aparatur kampung. Selain itu katanya, dugaan penggunaan ijazah palsu itu juga telah mencoreng nama baik aparatur desa dan dunia pendidikan.

Pria yang akrab disapa Adi Bale itu juga mendorong pihak terkait untuk memberikan informasi kepada penegak hukum dalam proses penanganan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh oknum aparatur desa. Ini penting menurutnya, guna memudahkan proses hukum.

Begitupun kata Adi Bale, APDESI tidak mengambil langkah untuk melapor soal penggunaan ijazah palsu itu. Menurutnya, laporan itu lebih pantas dilayangkan oleh pihak yang dirusikan.

“Kita sifatnya mendorong dan mendukung, kalau soal lapor melapor, kami rasa pihak yang dirugikan lebih layak,” katanya.

APDESI kata Adi Bale, juga mengapresiasi pemerintah daerah Aceh Tengah atas respon yang telah mencoreng nama baik dunia pendidikan. Apresiasi serupa juga dilayangkan Adi Bale kepada para pihak yang telah merilis informasi itu ke publik.

Foto : @FB_Adi Bale

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00