Banyak Bencana Alam Banjir dan Longsor, Rektor Universitas Gajah Putih Sebut Akibat Hutan Rusak

KBRN, Takengon: Hujan dengan intensitas tinggi masih melanda Aceh pada penghujung tahun 2020 ini, hal itu pula mengakibatkan banyak terjadi bencana alam di 23 Kabupaten/kota di Aceh, seperti tanah longsor dan banjir.

Rektor Universitas Gajah Putih Takengon Eliyin menyebut terkait banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh tidak terlepas dari persoalan klise, yaitu pengrusakan hutan, di mana diketahui laju pengerusakan hutan setiap hari di Aceh mencapai 41 Hektar (Ha) dengan melihat citra satelit.

Sampai dengan saat ini, timpalnya, laju pengerusakan hutan belum dapat ditekan dan berdampak pada bencana alam.

“Jadi laju pengerusakan hutan sampai saat ini belum bisa kita tekan, kemudian diperparah lagi dengan system pengelolaan lahan kita yang memang belum berorientasi pada pengelolaan berkelanjutan, tebang, udah agak kering dibakar, kemudian ditanam tanaman semusim, palawija dan lain-lain, sehingga daya serap tanah menurun dan pada akhirnya tidak berfungsi fungsi hutan, pada akhirnya dampaknya curah hujan tinggi terjadi banjir, longsor,” kata Rektor Universitas Gajah Putih Takengon Eliyin, Selasa (15/12/2020).

Sebelumnya Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh Amri Samadi memberi bocoran terkait kerusakan hutan yang terjadi di wilayah kerjanya, termasuk Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Sebut Amri, kerusakan hutan yang terjadi tidak terlepas dari peran oknum tertentu, dengan cara memperjualbelikan kawasan hutan.

Metode yang digunakan adalah dengan menjual per pancang, dengan harga yang dibandrol antara Rp 2 sampai Rp 3 juta per pancang.

Per pancang tanah yang dijual oknum tertentu itu seluas 2 hektar. Apa yang dilakukan oknum tertentu itu adalah tindakan melawan hokum.

“Ada tindakan oknum tertentu yang menjual kawasan hutan, dengan pola menjual per pancang dengan harga 2 juta sampai 3 juta, kepada orang-orang yang mungkin punya ‘syahwat’ tinggi untuk menguasai hutan secara tidak sah, secara illegal,” kata Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh Amri Samadi, di release RRI, Jumat (10/7/2020).

Banjir dan longsor di Aceh sejak lebih sepekan terakhir menghiasi pemberitaan media di Aceh, diantaranya banjir di wilayah timur Aceh dan longsor di wilayah tengah Aceh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00