Sejumlah Lapak Pedagang di Paya Ilang Ditertibkan

KBRN,Takengon : Petugas gabungan dari Satpol PP dan WH Aceh Tengah dibantu personil TNI dan Polri menertibkan sejumlah bangunan yang terdiri dari warung maupun lapak pedagang buah di Jalan Paya Ilang, Takengon, Selasa (08/12/2020)

Kepala Satpol PP dan WH Aceh Tengah Syahrial Apri mengatakan, penertiban tersebut dilakukan dengan merujuk pada sertifikat hak pakai nomor 1 tahun 1981 yang dimiliki oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Tengah.

“Yang kita tertibkan ini lapak liar, karena dibangun di berem (bahu jalan). Ini juga sesuai surat dari Kemenag Aceh Tengah sebagai pemilik tanah, yang meminta adanya penertiban dan pemagaran di lokasi ini,” katanya.

Disebutkan Syahrial, sebelumnya juga telah dilaksanakan musyawarah yang dilakukan Kemenag Aceh Tengah, bersama perwakilan pemerintah daerah, Polres dan Kodim 0106 terkait penentuan jadwal penertiban.

Bahkan tegasnya, sebelum penertiban berlangsung sudah dilayangkan beberapa kali surat pemberitahun pengosongan lahan, namun tak kunjung mendapatkan respon dari pihak-pihak yang menempati tanah tersebut.

“Ini upaya terakhir yang kita lakukan, karena sebelumnya sudah ada surat dari Kemenag untuk pedagang, tapi tidak diindahkan, para pedagang berdalih, mereka sudah menyewa tanah, kepada yang mengaku pemilik lahan,” tambahnya.

Sementara salah seorang perwakilan yang mengaku pemilik tanah Muhamad Saleh menyebutkan, dirinya menyayangkan adanya penertiban hanya berdasarkan sertifikat yang dimiliki Kemenag Aceh Tengah.

Apalagi sebutnya, pihaknya juga mengaku memiliki surat yang sah atas kepemilihan tanah, terlebih kasus sengketa lahan tersebut juga sedang dalam proses penyelesaian baik di tingkat propinsi bahkan pusat.

“Sekarang prosesnya sedang berjalan di Jakarta. Kemudian di Banda Aceh, juga sudah ada perintah dari Kanwil Pertanahan Aceh ke Kantor Pertanahan Aceh Tengah, untuk selesaikan masalah ini, itu melalui gubernur, ada fotokopinya sama kami.” Tegasnya.

“Jadi sama-sama kita kejar, terkait penyelesaian 150 hektar lahan eks irigasi Paya Ilang ini, kita akan buktikan sama-sama, karena kami sebagai pihak yang pernah membeli, suratnya kami ada, PBB nya juga ada,” tambahnya lagi.

Pelaksanaan penertiban sendiri berlangsung lancar, kendati sempat terjadi adu argumen dari sejumlah pedagang buah yang merasa keberatan karena lapak tempat mereka mencari nafkah ditertibkan.

Setelah suluruh bangunan liar itu ditertibkan, langsung dilakukan pemagaran dengan menggunakan besi dan kawat berduri, serta pemasangan plang yang menerangkan jika lokasi itu akan dibangun sejumlah fasilitas milik Kemenag Aceh Tengah.(FJ)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00