Perkara Dugaan Penggelapan Dana Insentif Guru TPA di Aceh Tengah ke Tipikor

KBRN, Takengon : Kejaksaan Negeri Aceh Tengah limpahkan perkara dugaan penggelapan dana insentif guru Tempat Pengajian Anak (TPA) dengan terdakwa mantan Bendaharan di Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Aceh Tengah, inisial AY, 34 tahun ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Banda Aceh pada Kamis (15/10). Jaksa tinggal menunggu jadwal sidang yang direncana secara virtual demi mencegah penularan Covid. Terdakwa sendiri juga masih di tahan di Rutan Kelas II B Takengon. Akibat perbuataanya, terdakwa terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“ya, secara virtual, karena covid ini,” kata Kajari Aceh Tengah melalui Kasi Pidsus Zainul Arifin kepada rri Sabtu (17/10).

Jaksa sudah menahan AY pada Jumat (18/9) di Rutan Takengon. Proses penahanan saat itu didampingi kuasa hukumnya. AY ditahan lantaran diduga telah menggelapkan Rp398 juta dana insentif untuk 1.259  guru TPA semester ke-II tahun anggaran 2019.

Kuasa hukum AY, Sasmindra saat itu mengaku kliennya kooperatif selama proses pemeriksaan. Untuk membuktikan kebenarannya kata Sasmindra, akan di uji ditingkat Pengadilan.

Terdakwa AY saat dikonfirmasi wartawan kala itu mengaku dana Rp398 juta tersebut turut dinikmati Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Aceh Tengah atas nama Mustafa Kamal sebesar Rp150 juta. Dana itu diserahkan tiga tahap. Uang itu kata terdakwa AY, diserahkan pada Oktober, November dan Desember 2019. Terdakwa AY juga mengaku, dana itu sebagian dipergunakan untuk membeli keperluan dinas yang tidak dialokasikan dalam anggaran, selebihnya uang itu digunakan untuk keperluan pribadi.

Kadis Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Aceh Tengah Mustafa Kamal ditemui wartawan membantah tudingan itu. Mustafa Kamal merasa difitnah oleh mantan bendaharanya itu. Padahal kata Mustafa, sebelum perkara tersebut masuk ke ranah hukum, pihaknya sudah beritikat baik dengan meminta AY mengembalikan dana insentif guru TPA tersebut. Upaya mediasi itu kata Mustafa Kamal, dilakukan dua kali, namun tidak membuahkan hasil. Pasca perkara itu diproses hukum, Mustafa Kamal mengaku telah memberhentikan AY dari jabatannya sebagai bendahara pada Desember 2019.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00