Langgar Prokes, Dapat Sanksi Sosial Hingga Denda Rp 50 Ribu

KBRN, Takengon: Pelanggar protocol kesehatan pencegahan covid-19 di Kabupaten Aceh Tengah mulai dikenakan sanski.

Kabid Ketentraman Umum dan Ketertiban Masyarakat pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol-PP WH) Aceh Tengah, Anuar menyampaikan sanski yang dikenakan sebelumnya hanya pencatatan identitas.

Namun kali ini sanksi dipertegas, mulai dari sanksi social berupa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya, mengucapkan janji tidak melanggar protocol kesehatan lagi dan membaca ayat pendek Alqur’an di tempat umum atau di lokasi terjaring razia.

Bahkan dalam waktu dekat akan dikenakan denda bagi masyarakat yang kedapatan tidak mematuhi protocol kesehatan, dalam hal ini tidak menggunakan masker.

“Teguran kedua itu dia bayar denda, teguran lisan udah capek dari dulu. Teguran denda terus. Per orang bisa dikenakan Rp 50 ribu, kalau pengelola usaha rp 100 ribu,” kata Anuar, Jumat (18/9/2020).

Untuk saat ini di Kabupaten Aceh Tengah masih diberlakukan sanksi social. Sementara untuk denda akan dilakukan pada razia masker tahap II.

Anuar menyebutkan nantinya uang denda yang terkumpul dari para pelanggar protocol kesehatan akan dimasukan dalam kas daerah.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah sebelumnya telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Penanganan Covid-19, Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Pergub tersebut mengatur sanksi tidak saja bagi perorangan, namun juga bagi para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Sanksi berupa teguran lisan, tertulis, sanksi social berupa kerja sosial, denda administratif paling banyak 50 ribu untuk perorangan dan 100 ribu untuk para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum hingga penyitaan sementara Kartu Tanda Penduduk bagi pelanggar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00