Kerusakan Hutan di Aceh, Ada Oknum Tertentu Jual Kawasan Hutan

KBRN, Takengon: Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh Amri Samadi memberi bocoran terkait kerusakan hutan yang terjadi di wilayah kerjanya, termasuk Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Sebut Amri, kerusakan hutan yang terjadi tidak terlepas dari peran oknum tertentu, dengan cara memperjualbelikan kawasan hutan.

Metode yang digunakan adalah dengan menjual per pancang, dengan harga yang dibandrol antara Rp 2 sampai Rp 3 juta per pancang.

Per pancang tanah yang dijual oknum tertentu itu seluas 2 hektar. Apa yang dilakukan oknum tertentu itu adalah tindakan melawan hokum.

“Ada tindakan oknum tertentu yang menjual kawasan hutan, dengan pola menjual per pancang dengan harga 2 juta sampai 3 juta, kepada orang-orang yang mungkin punya ‘syahwat’ tinggi untuk menguasai hutan secara tidak sah, secara illegal,” kata Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh Amri Samadi, di release RRI, Jumat (10/7/2020).

Atas perbuatan memperjualbelikan harta milik negara, tegas Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah III Aceh Amri Samadi, para oknum tersebut harus bertanggung jawab terhadap hokum yang berlaku.

“Karena menjual harta negara, milik negara, tentu harus bertanggung jawablah, dalam proses hukumnya,” tegas Amri Samadi.

Sebelumnya Direktur Cempege Institute Khairuddin menyampaikan secara umum di kabupaten Bener Meriah data tim Geographic Information System Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh menunjukkan bahwa hilangnya tutupan hutan terlihat dari 2017 (569 hektar), 2018 (hilang 765 hektar), dan 2019 (951 hektar), luas tutupan hutan 2019 sekitar 99,986 hektar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00