Diduga Korupsi Uang Ganti Rugi Dari PLN, Tiga Aparatur Pendere Saril Ditahan Jaksa

Foto@rri

KBRN, Takengon : Kepala Desa atau Reje Kampung Pendere Saril, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah inisial HR, ditahan Jaksa, Senin (17/1) atas dugaan korupsi uang ganti rugi tiga objek aset berupa lahan dan bangunan milik kampung setempat Rp800 juta lebih dari PT. PLN.

Dalam kasus itu, Jaksa juga menahan Sekretaris dan Bendaharanya inisial BS dan KR. Ketiganya di tahan di Rutan Klas IIB Takengon. Atas perbuatannya, ketiga tersangka terancam hukum maksimal 20 tahun penjara. 

Kajari Aceh Tengah Yovandi Yazid mengatakan, ganti rugi tiga objek aset itu dilakukan oleh PT PLN unit induk pembangunan pembangkit Sumatera untuk pembangunan River Channel Improvement (RCI) oleh PLTA Peusangan tahun 2020.

Tiga objek aset itu; lahan yang didalamnya terdapat lapangan voli dan sumur. Lahan yang berisi pondok pengajian dan lahan berisikan bangunan Polindes.

Uang ganti rugi itu kata Kajari Yovandi, ditransfer PT. PLN ke rekening atas nama Kampung Pendere Saril. Uang itu selanjutnya kata Kajari, dibagi untuk kepentingan pribadi tiga tersangka.

"Sisa uang di rekening saat ini sekitar Rp500 ribu lagi," katanya.

Kajari menyebut, ada 19 saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Hasil audit inspektorat katanya, juga terbukti adanya kerugian negara sebesar Rp800 juta lebih.

Reje HR diwawancara RRI mengaku uang itu dipakai untuk keperluan pribadi. Salah satunya untuk bayar hutang. Begitupun, Ia mengaku bersedia mengembalikan kerugian negara.

"Lahan itu siap saya ganti rugi," katanya.

Sementara Sekretaris BS dan bendahara KR mengaku terlibat atas permintaan Reje.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar