PAHAM penyuluhan hukum di Rutan Bener Meriah

KBRN, Redelong: Direktur PAHAM Aceh Tengah dan Bener Meriah, Nikmah Kurniasari, SH mengatakan kegiatan Program Penyuluhan & Pemberdayaan Hukum di Rutan ini merupakan kali ketiga yang sudah dijalani, sebelumnya terkendala karena masa pandemi izin untuk membuat kegiatan sangat ketat di Rutan.

"Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Kepala Rutan kelas IIB Bener Meriah, yang telah menyambut baik kehadiran kita untuk kegiatan ini," katanya, Minggu (17/10/2021).

"Dalam menjalani peran penegak hukum di Lembaga Bantuan Hukum PAHAM Aceh Tengah dan Bener Meriah ini kita melihat banyak yang menganggap penghuni Rutan dengan pandangan sinis atau sejenisnya karena proses hukum yang di jalaninya, namun tidak bagi kami, dengan apapun proses hukumnya mereka juga manusia yang layak di jaga hak-hak hukumnya" ucap Nikmah.

Dibeberapa kasus seperti salah tangkap, salah prosedur penyelidikan dan penyidikan sering kami jumpai dari aduan dan curhat para penghuni lapas/ rutan, tentu mereka merasakan ketidakadilan pada penerapan sistem hukum yang telah mereka jalani, meskipun setiap perbuatan akan mendapatkan balasan, tapi acapkali proses pembalasannya kurang mengindahkan hak-hak tersangka,terdakwa dan terpidana dalam konteks Hak Asasi Manusia, ada pasal yang dipaksakan, ada rekayasa barang bukti, ada pengakuan yang dipaksakan juga, menjadi momok tersendiri bagi masyarakat yang berhadapan dengan hukum.

"POS PAHAM Aceh Tengah Bener Meriah hadir memberikan sedikit pencerahan bagi mereka yang sedang berhadapan dengan hukum, agar secara hak mereka tahu kedudukannya, dan secara kewajiban mereka sadar atas apa yang akan mereka jalani dan apa yg akan menjadi pilihannya," ungkap Nikmah.

Sementara Kepala Rutan Kelas IIB Bener Meriah, Baharuddin mengatakan sangat mengapresiasi program kerja PAHAM Aceh Tengah dan Bener Meriah ini.

"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pengurus PAHAM yang telah mendedikasikan diri yang bergerak di bidang pembinaan, pendampingan, penyuluhan serta pemberdayaan hukum seperti ini, karena tidak semua pertanyaan narapidana bisa kami jawab sebagaimana mestinya, ilmu kami juga terbatas," ungkap Baharuddin. 

"Kami siap menerima dengan pintu terbuka untuk seluruh program kerja PAHAM, semoga yang kita lakukan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan advokasi dan pendampingan hukum, apalagi di POS PAHAM segala pelayanan bersifat gratis," tambah Baharuddin.

Tampil sebagai pemateri khusus yakni Pengacara muda PAHAM Aceh Tengah & Bener Meriah, Fakhruddin, SH dan Yusri, SH.

Kegiatan ini berjalan lancar dan diikuti sebanyak 50 Narapidana laki-laki dan perempuan , baik yang proses hukumnya sedang berjalan maupun yang sudah menerima putusan dari Majelis Hakim.

Rel.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00