Polisi Buru Terduga Pemerkosa Anak di Bawah Umur

KBRN, Takengon : Polisi masih mengejar pria inisial AD, 15 tahun, warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, terduga pelaku jarimah pemerkosaan terhadap MBH, 12 tahun warga kabupaten setempat. Jika dalam waktu dekat tidak ditemukan, AD akan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.

Kapolres Bener Meriah melalui Kasat Reskrim Iptu Bustani kepada rri Jumat (9/7) mengaku telah melakukan pendekatan persuasif dengan keluarga dan reje atau kepala desa tempat AD bermukim.

Iptu Bustani menyebut, sejak perkara dugaan jarimah pemerkosaan ditangani polisi, AD tidak pernah pulang ke rumah.

“Kalau tidak mau menyerahkan diri, nanti kita tetapkan sebagai DPO,” katanya.

Iptu Bustani menyebut, proses penyidikan perkara dugaan jarimah pemerkosaan terhadap anak di bawah umur itu terus berlanjut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Termasuk hasil visum medis.

“Visumnya sudah, tapi itu, pokok, privasi, ya,” katanya.

Dalam perkara ini, polisi juga telah mengamankan satu pria terduga pelaku jarimah pemerkosaan inisial WR, 19 tahun warga Kecamatan Bandar, Bener Meriah pada Jumat (2/7). WR dan AD diduga secara bersama-sama melakukan tindak pidana jariman pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur inisial MBH secara berturut-turut pada hari Selasa dan Rabu (29-30/7).

Keduanya disangkakan melanggar Qanun Aceh nomor 6/2014 tentang Hukum Jinayat dengan ancaman cambuk maksimal 150 kali cambuk.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00