Kapolres Aceh Tengah Ingatkan Masyarakat Tidak Mudik dan Keluar Daerah

KBRN, Takengon: Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 telah mengeluarkan surat edaran Nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik idul fitri sebagai upaya pengendalian penyebaran virus covid19.

Menindaklanjuti itu, Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat mengajak masyarakat di daerah berhawa sejuk itu untuk tidak melakukan mudik atau perjalanan keluar daerah untuk sementara waktu.

"Agar tidak melakukan mudik atau melakukan perjalanan ke luar daerah untuk sementara waktu selama masa pandemi ini belum berakhir, agar kita semua tetap dalam keadaan sehat walafiat dan tetap dapat beribadah dengan baik di tanah Gayo yang kita cintai ini," ujarnya di release RRI, Rabu (5/5/2021).

Disebutkan Kapolres menjelang idul fitri, ada kebiasaan masyarakat untuk saling kunjung mengunjungi atau pulang kampung guna silaturahmi dengan semua keluarga.

Saling kunjung atau pulang kampung ungkapnya adalah salah satu penyebab perpindahan masyarakat dengan jumlah yang cukup besar dari satu daerah ke daerah lain dapat berakibat penyebaran virus covid19 semakin tinggi dan sulit diputus mata rantai penyebarannya.

Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik.

Kasus harian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bertambah lagi sebanyak 98 orang. Warga Kota Banda Aceh mendominasi kasus positif harian dalam tiga hari terakhir.

Sementara itu, sembilan pasien dilaporkan sembuh, dan lima orang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Selasa (4/5/2021)

“Warga Banda Aceh seyogyanya meningkatkan kewaspadaan dan memperketat protokol kesehatan, karena kasus positif trennya meningkat dalam tiga hari terakhir,” kata Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu.

Ia menjelaskan, pada 2 Mei 2021 Banda Aceh mencatat 23 kasus, atau 34 persen dari 68 kasus konfirmasi positif di Aceh.

Hari berikutnya kasus positif harian di Banda Aceh sebanyak 17 orang, atau 33,3 persen dari 56 kasus baru di Aceh. Hari ini Kota Banda Aceh kembali menyumbang 30 kasus baru di Aceh, atau sekitar 30% dari 98 kasus positif Covid-19.

Selain Kota Banda Aceh, kasus harian di Aceh Besar, Aceh Tengah, Pidie, dan Kota Lhokseumawe, juga menunjukkan peningkatan dan patut menjadi perhatian.

Kasus-kasus harian tersebut merupakan indikasi bahwa penularan virus corona dalam masyarakat masih relatif tinggi. Kasus harian yang lebih tinggi dari biasanya merupakan alarm untuk meningkatkan kewaspadaan, dan lebih cekatan mengantisipasinya.

Perlu meningkatkan pengawasan dan monitoring penerapan protokol kesehatan di warung kopi, cafe, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya yang acap terjadi kerumunan.

“Semua pihak harus proaktif dalam penerapan protokol kesehatan agar penyebaran virus corona dapat dikendalikan,” ujarnya.

Sn 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00