Ada Apa? Kumpul Untuk Belajar Dilarang? Tapi Kumpul Selain Belajar Boleh

KBRN, Takengon: Sekolah tatap muka, selama ini menjadi cara jitu tenaga pendidik dalam melakukan transfer ilmu dan pembelajaran kepada peserta didik.

Namun, karena wabah covid-19, sekolah tatap nyaris mati dan digantikan dengan sekolah daring (online). Efektifkah sekolah daring?

Direktur Bimbel Saufa Center Azza Afri Saufa kepada RRI menyampaikan fakta yang terjadi di Aceh Tengah, saat ini berkumpul untuk belajar dilarang dengan alasan mencegah covid-19.

Sementara berkumpul dalam hal selain belajar cenderung dibiarkan bahkan tidak dilarang sama sekali, dengan syarat mematuhi protocol kesehatan.

Tapi mengapa untuk hal belajar yang notabenenya mencerdaskan anak bangsa dilarang meski menerapkan protocol kesehatan?

“Ada sedikit kelucuan, karena di Takengon faktanya, bahwa kalau kumpul-kumpul untuk belajar itu langsung dibuat surat edaran, tidak bisa berkumpul karena covid-19 dan sebagainya, tapi fakta kita lihat, kalau berkumpul selain belajar, di taman, café, tempat olahraga, itu bahkan tidak dilarang. Baru-baru ini ada pesta itu semua berkumpul boleh dengan syarat protocol kesehatan. Mestinya dengan logika yang sama, untuk belajar juga boleh dilaksanakan dengan mengikuti protocol kesehatan, enggak ada yang salah disana,” tegas Owner Bimbel Saufa Center Azza Afri Saufa, Selasa (11/8/2020).

Selanjutnya : sekolah menerapkan protocol kesehatan

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00