Ikatan Apoteker Aceh Tengah Produksi 2 Ribu Hand Sanitizer Standar WHO

KBRN, Takengon: Menyikapi keluhan masyarakat sulit mendapatkan hand sanitizer di Kabupaten Aceh Tengah, Ikatan Apoteker Aceh Tengah membuat hand sanitizer yang sesuai syarat yang disarankan organisasi kesehatan dunita (WHO).

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia pengurus cabang Aceh Tengah Susi Endar Maidesi menyampaikan pembuatan hand sanitizer sebanyak 100 liter.

Selanjutnya dikemas dalam botol dengan ukuran 100 mili liter (ml).

“Pembuatan hand sanitizer ini sebanyak 100 liter. Selanjutnya nanti kami serahkan ke Pemda Aceh Tengah untuk di distribusikan, kita adop standart WHO,” kata Ketua Ikatan Apoteker Indonesia pengurus cabang Aceh Tengah Susi Endar Maidesi, Minggu (22/3/2020).

Saat ini tim sedang bekerja di SMA Negeri 1 Takengon mempersiapkan hand sanitizer tersebut.

Sedangkan bahan yang diperlukan untuk membuat hand sanitizer sesuai standar WHO, adalah alcohol, H2o, gliserol dan aquades.

“Alkohol kita pakai yang 96 persen, H2o 3 persen, gliserol 98 persen dan aquades,” jelasnya lagi.

Sementara pembuatan hand sanitizer dengan memanfaatkan tanaman lidah buaya juga dapat dilakukan masyarakat dengan bahan-bahan lidah buaya yang telah dibersihkan dari kulitnya dan dihaluskan dicampur alkohol 96 persen dan aquades.

Perbandingannya ungkap Ketua Ikatan Apoteker Indonesia pengurus cabang Aceh Tengah Susi Endar Maidesi 1 liter alkohol banding 333 mili liter (ml) aloe vera (lidah buaya)

“Harus homogen mengaduknya, di blender dan saring bener-bener, perbandingan 1 banding 3,” demikian Ketua Ikatan Apoteker Indonesia pengurus cabang Aceh Tengah Susi Endar Maidesi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00