Sidang Tesis Mahasiswa Pasca Sarjana di IAIN Takengon Teliti Keberadaan Serami dan Joyah

KBRN, Takengon: IAIN Takengon pada Kamis 6 Mei 2021 di Program Pascasarjana melaksanakan sidang tesis mahasiswa terhadap Darmawansyah dan Dewi Novisa.

Kedua tesis mahasiswa Pascasarjana IAIN Takengon tersebut mengangkat kajian tentang pendidikan Islam di dataran tinggi Gayo.

Di mana Darmawansyah melakukan penelitian tentang eksistensi Serami sebagai tempat pembentukan adat dan adab bagi masyarakat.

Rektor IAIN Takengon Dr. Zulkarnain M. Ag sekaligus sebagai Ketua Dewan Penguji menyampaikan Serami pada masanya adalah tempat untuk pembentukan adap bagi masyarakat.

"Waktu itu sangat eksis pada zamannya, tapi sekarang harus direvitalisasi kembali, karena Serami itu punya peran, fungsi yang sangat strategis dalam rangka memperkuat Akhlaqul Karimah para generasi muda," kata Rektor IAIN Takengon Dr. Zulkarnain M. Ag, Kamis (6/5/2021).

Sedangkan Dewi Novisa melakukan penelitian tentang keberadaan Joyah di masyarakat Gayo.

Menurut Zulkarnain, Joyah pada masanya juga sebagai tempat terjadinya interaksi sosial yang intens untuk para Ibu-ibu dan Bapak atau Joyah Banan dan Joyah Rawan.

"Disitu ada interaksi pendidikan. Jadi ini bagian dari alternatif tempat pendidikan yang harus dilestarikan ke depan, itu dalam ujian tesis hari ini," timpalnya.

Zulkarnain berharap kedua penelitian tersebut dapat melahirkan rekomendasi kepada pemangku kebijakan agar Serami dan Joyah dapat diaktifkan kembali ditengah kehidupan masyarakat yang tantangan terbesarnya terutama bagi generasi muda.

"Generasi muda kita, anak-anak kita yang setiap hari memegang gadget, HP, yang itu tentu perlu kita evaluasi efektivitasnya. Tapi kalau ada Serami dan Joyah, maka ini bisa terkontrol dengan baik," demikian Zulkarnain.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00