Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

KBRN, Takengon: Salah satu cara termudah untuk meminimalisir produk sampah rumah tangga adalah dengan mengolah kembali dan memaksimalkan manfaat limbah rumah tangga untuk berbagai kebutuhan. Kedengarannya memang sulit, tapi sebetulnya bisa dilakukan oleh siapapun,  Usaha meminimalisir sampah dan memaksimalkan manfaat limbah rumah tangga memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan keluarga dan lingkungan. Selain membantu menjaga lingkungan, memanfaatkan limbah rumah tangga juga dapat menguntungkan dari segi ekonomi.

Seperti Apa Tanggapan dinas Pertanian Khususnya Penyuluh Terhadap sampah yang akhir akhir ini cukup menjadi permasalahan, Bahkan Rumornya masih bermasalah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kampung Kuyun kecamatan Celala.

“Tidak sedikit masyarakat bahkan sebagian aktivis yang peduli akan lingkungan menyalahkan pemerintah dalam hal penanganan sampah ini, padahal ini tidak serta merta kesalahan pemerintah karena sampah itu bersumber dari diri kita sendiri contohnya sampah rumah tangga baik yang organik dan non organik," ujar  Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kebayakan, Ayuseara Putri Gayosia, Minggu (7/4/2021).

 Ibu ayu menyampaikan bahwa untuk manajemen sampah rumah tangga ini tidak sulit hanya saja merubah mindset seseorang memang membutuhkan usaha keras, karena selama ini masyarakat berfikir cukup dengan membuang/mengantarkan sampah rumah tangga ke bank sampah yang ada diseputaran kota Takengon.

“ Untuk Mengolah Sampah rumah tangga khususnya yang organik sebenarnya sangat mudah  sekali, sediakan wadah/ember bagi yang tidak memiliki halaman luas, cincang semua sampah organic yang ada misalnya sisa  sayur – sayuran, daun pisang bekas bungkusan dan buah buahan yang tidak layak konsumsi lagi, setelah di cincang satukan dalam satu tempat kemudian berikan bahan campuran MOL (Mikroorganisme Lokal MOL Mengandung undur hara mikro dan makro juga mengandung bakteri yang yang berpotensi sebagai perombak bahan organik, Selama proses pengomposan, suhu dalam wadah akan naik tanda bahwa mikroorganisme sedang bekerja telah 5-7 minggu pupuk kopos ini siap digunakan ," ujar  Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Kebayakan, Ayuseara Putri Gayosia, Minggu (7/4/2021).

Membahas tentang manfaat pupuk kompos, tentunya sangat banyak manfaatnya. Salah satunya adalah dapat meningkatkan kesuburan tanah.

SR

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00