Mengenal Teknologi DRS Pada Mobil F1

Pembalap F1 Ketika Mengaktifkan Sistem DRS Otomatis Membuka Bilah Sayap Belakang Yang Akan Memberikan Tambahan Kecepatan. Foto: PlanetF1.Com
Perbedaan Ketika DRS Sedang Aktif Dengan Yang Tidak Aktif

KBRN, Redelong: Dekade 2005 sesudah berakhirnya mesin era V10 di Formula 1, berbagai macam teknologi pun disematkan pada mobil jet darat tersebut sampai saat ini, salah satunya adalah DRS.

DRS yaitu Drag Reduction System atau lebih tepatnya sistem pengurang hambatan pertama kali digunakan mobil F1 pada musim 2011. Tak hanya di mobil Formula 1, sistem DRS sendiri sampai sekarang juga di pakai pada balapan Formula 2 dan Formula 3.

Tujuan awal diciptakannya teknologi ini adalah untuk memberikan lebih banyak aksi salip menyalip antar pembalap selama balapan, bisa dibilang DRS itu adalah Nos nya F1.

Cara kerja DRS yaitu dengan membuka bilah sayap belakang pada mobil pembalap dengan menekan tombol yang ada di setir, dengan terbukanya bilah sayap tersebut otomatis tidak ada hambatan angin pada mobil yang bisa membuat mobil melaju lebih kencang saat di lurusan sirkuit. Dengan adanya sistem DRS bisa menambah kecepatan 10 sampai 20 km/jam.

Pembalap juga tak bisa sembarangan untuk mengaktifkan sistem ini, ada aturan yang harus di ikuti jika pembalap ingin menggunakan DRS. Salah satunya adalah mobil yang dibelakang harus berada dalam zona menyalip (biasanya di lurusan), dan juga mobil yang dibelakang harus berjarak minimal 1 detik dengan mobil yang didepan.

Sistem DRS juga tidak bisa diaktifkan semua pembalap saat balapan belum menyetuh 3 lap, DRS tidak akan aktif ketika terjadi insiden kecelakaan atau keluarnya safety car, DRS juga dilarang diaktifkan ketika balapan dalam kondisi hujan.

Pro dan kontra pun menyelimuti ketika DRS pertama kali dikenalkan oleh FIA pada tahun 2011 lalu. Banyak yang menilai DRS adalah solusi ketika balapan F1 yang selama ini  kita kenal sangat minim aksi salip menyalip di atas track. Banyak juga yang menilai balapan F1 sudah tak se-natural dulu akibat disematkannya sistem DRS pada mobil, akibatnya semakin banyak pembalap yang nantinya tidak mempunyai skill bagus karena sudah dimanjakan oleh teknologi yang ada.

Apapun pro kontra yang menyelimuti F1 selama ini, diharapkan kedepannya F1 bisa memberikan tontonan yang berkualitas bagi para penggemarnya di seluruh dunia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar