“Halo” Si Malaikat Penyelamat Pembalap F1

Sistem Keselamatan Halo Pertama Kali Diperkenalkan Oleh FIA Pada Musim Balap 2018. Foto: Formula1.Com
Mobil Haas Romain Grosjean Yang Hancur Ketika Insiden Mengerikan Pada Balapan Gp Bahrain 2020 Lalu. Foto: Formula1.Com

KBRN, Redelong: Mungkin sebagian fans F1 masih ingat kejadian balapan pada gp Bahrain di tahun 2020 saat Romain Grosjean yang mengendarai mobil Haas menghantam dinding pembatas sirkuit di kecepatan tinggi 250km/jam. Bagaimana jika teknologi halo belum dipasang pada mobil F1 ketika Grosjean mengalami insiden mengerikan tersebut, bisa saja nyawanya tak tertolong akibat kecelakaan fatal tersebut.

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak pembalap yang tewas saat mengendarai mobil Formula 1. Terakhir adalah Jules Bianchi yang tewas pada juli 2015 akibat kecelakaan yang menimpanya saat balapan gp jepang oktober 2014. Sebelum dinyatakan meninggal dunia ia sempat mengalami koma selama 9 bulan di rumah sakit akibat gegar otak yang dideritanya.

Insiden yang menimpa Grosjean dan Bianchi adalah insiden yang sama sama mengerikan. Bedanya ketika kecelakaan menimpa Grosjean di mobilnya sudah terpasang halo, sementara ketika Bianchi kecelakaan belum ada halo yang terpasang di mobilnya.

Setelah banyaknya pembalap yang meregang nyawa akibat kecelakaan, F1 pun dipandang sebagai ajang balap yang menjemput maut. Menanggapi hal tersebut FIA sebagai organisasi tertinggi dalam dunia balap mobil akhirnya membuat inovasi keselamatan berteknologi tinggi bernama “HALO”.

Pada awal kemuculan halo di tahun 2018 banyak pihak yang menentang dengan alasan bentuknya sangat jelek menyerupai sandal jepit. Posisi halo berada di bagian depan kokpit mobil tepat diatas kepala pembalap serta satu titik tengah berada didepan pembalap. Tak sedikit juga pembalap yang mengeluh karena halo sangat mengganggu pandangan pembalap ketika balapan berlangsung.

Halo sendiri berbahan dasar karbon titanium yang langsung terhubung dengan sasis mobil dan mampu menahan benturan sampai 12 ton. Teknologi halo dibuat memang untuk melindungi pembalap serta mencegah pembalap terkena puing puing dari bekas kecelakaan.

Seiring berjalannya waktu halo yang awalnya sering dicemooh kalangan fans F1, kini halo semakin disanjung oleh banyak pihak. Berkat halo banyak nyawa pembalap terselamatkan. Sejak musim 2018 lalu FIA menetapkan halo sebagai perangkat keselamatan yang wajib terpasang pada mobil balap Formula 1, Formula 2, Formula 3 dan Formula E.

Terima kasih halo telah menjadi malaikat yang banyak menyelamatkan nyawa pembalap. Semoga kedepannya semakin banyak teknologi canggih yang bisa digunakan untuk menyempurnakan sistem keselamatan pada pembalap.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar