Panitia Tour De Aceh : Sasarannya untuk Pemulihan Ekonomi Rakyat

Panitia Tour De Aceh foto bersama di Dermaga Pante Menye, Bintang sesaat setelah mensurvei rute.Foto@IST

KBRN, Takengon : Event Tour De Aceh 2022 akan diberlangsung Sabtu (14/5) di Takengon. Ratusan Biker akan menyisir Danau Laut Tawar. Mereka dilepas di Halaman Kantor Bupati-keliling Danau Via Mandale dan Finish di Parkside.

Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, T. Hendra Faisal kepada rri, Jumat (13/5) menyebut, Tour De Aceh dimaksud untuk mendorong wisata olahraga (Spot Torism) sepeda di Aceh.

Tour De Aceh katanya, sangat mendukung konsep Spot Torism khususnya di Takengon dataran tinggi. Disepanjang rute kata Hendra, Biker diperkenan untuk berswafoto mengeksplor wisata alam gayo.

Harapannya kata dia, pasca event berlangsung volume kunjungan wisatawan ke Takengon bertambah pesat hingga mampu menggenjot ekonomi rakyat melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Goal-nya itu, karena konsep kita pemulihan ekonomi pasca Covid untuk kesejahteraan rakyat,” kata Hendra.

Kadis Pariwisata Aceh Tengah Jumadil Enka menyambut baik pelaksanaan Tour De Aceh dilaksanakan di Takengon. Menurutnya, event itu mamapu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekaligus ajang promosi wisata daerah.

Jumadil berharap, akan banyak lagi kegiatan pariwisata yang dilaksanakan di Takengon baik itu tingkat provinsi maupun nasional.

Pemerintah daerah katanya, secara berkelanjutan juga terus mempromosikan potensi daerah pada setiap kesempatan.

“Kita prinsipnya cukup mendukung dan sudah siap untuk semua atraksi pariwisata yang dilaksanakan di Takengon,” kata jumadil.

Jumadil juga mengaku telah berkoordinasi dengan para pengrajin kerawang gayo agar produk kerajinan dapat tersedia di lokasi istirahat Biker (Water Station) di Pante Menye, Bintang.

Hal senada disampaikan salah seorang pegiat pariwisata Aceh Tengah, Naskah. Ia turut mengapresiasi pemerintah provinsi yang telah memilih takengon sebagai tempat pelaksanaan Tour De Aceh Etape I dalam upaya mendukung Spot Torism di dataran tinggi gayo.

Naskah juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah UMKM pengrajin kerawang gayo untuk menghadirkan kerajinan kerawang di Water Station tepatnya di Dermaga Pante Menye.

Naskah berharap agar Takengon kembali dipilih sebagai tempat atraksi pariwisata dalam event yang lebih besar. Harapan ini mengingat pelaksanaan kegiatan pariwisata mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kita berharap, event Tour De Aceh dapat berkelanjutan di Takengon,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar