Kegiatan Reriah-Reriö diharapkan setiap tahun

KBRN, Redelong: Kegiatan Reriah-Reriö dibuka secara resmi oleh Saidi M. Nurdin, S.Pd, M.Pd, sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah. 

Secara simbolis Saidi munyeluk upuh kerung (memakaikan kain sarung) kepada ketua penyelenggara Reriah-Reriö Edy Ranggayoni.

Dalam sambutannya, Saidi sepenuhnya menggunakan bahasa Gayo. 

Kegiatan Reriah-Reriö adalah kegiatan budaya, Saidi berharap dalam kegiatan Reriah-Reriö agar sepenuhnya menggunakan bahasa Gayo, termasuk MC harus berbahasa Gayo.

Demikian disampikan Saidi dalam bahasa Gayo.

Secara simbolis, Saidi mengalungkan upuh kerung (kain sarung) sebagai tanda kegiatan Reriah-Reriö secara resmi dimulai.

Seluruh peserta menggunakan upugh kerung sebagai identitas dalam lokasi kegiatan Reriah-Reriö yang dipusatkan di Kampung Gerpa.

Dalam sambutannya, Iskandar ketua Forum Reje Kecamatan Syaih Utama berharap ditahun-tahun mendatang kegiatan serupa dapat didanai melalui dana desa untuk mendorong tumbuhnya sektor pariwisa di Kecamatan Samar Kilang.

Reriah-Reriö merupakan salah satu festival tradisional Gayo, kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan interaksi pemajuan kebudayaan lintas generasi melalui Olah Raga Tradisional secara inovatif dan melibatkan berbagai komponen masyarakat.

Demikian disampaikan oleh Adi Ranggayoni ketua panitia sekaligus Ketua Sanggar Gayo Symphony Simpang Teritit. 

Selanjutnya, Edi Ranggayoni berharap dari acara Reriah-Reriö dapat mendorong kreativitas pelajar untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. 

Itu sebabnya kepada seluruh peserta yang berasal dari sejumlah SLTA di Kabuten Bener Meriah tidak dibenarkan membawa alat berburu dan menangkap ikan dari luar, diharapkan peserta dapat membuat alat sendiri dari berbagai bahan yang terdapat dalam hutan Samar Kilang, sehingga terjadi pewarisan nilai-nilai budaya Gayo bagi remaja Bener Meriah, demikian di jelaskan oleh Edi Ranggayoni dalam sambutannya.

Fajri, Ketua Karang Taruna Samar Kilang mewakili para pawang berharap seluruh peserta tidak berlebih-lebihan selama berada dalam hutan. 

Agar semua dapat mematuhi arahan-arahan pawang baik selama berburu atau menangkap ikan. 

Setiap regu dari 20 SLTA akan didampingi oleh pawang dari Samar kilang sebagai guide lokal.

Sejumlah tokoh masyarakat terlihat turut menghadiri kegiatan Reriah-Reriö yang dipusatkan di kamping Ground kampung Gerpa termasuk para reje di Kecamatan Samar Kilang.

Rl

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00