Siapa Zulfadli pendiri komunitas tari guel?

KBRN, Takengon: Saya adalah Zulfadli yang biasa dipangil Pak Win, lahir di Takengon 25 Maret 1977, bercita-cita ingin menjadi seorang guru.

Alhamdulilah pada tanggal 1 April 2005 dianggkat menjadi guru PNS di SDN Pulo Sange Kecamatan Bintang, Takengon. kabupaten Aceh Tengah.

Saya dibesarkan oleh keluarga sederhana yang orang tua pekerja wirausaha yang Bernama Zainal Abidin (alm)dan Fatimah (Alm) yang memiliki kede pangkas remang ketike (toyoh Kayu Kol Kelaping)dan memiliki 6 saudara kandung.

Sejak kecil darah seni ini mengalir dikerenakan lingkungan yang selalu mengadakan acara  kegiatan seni sehingga ada keinginan untuk melakukan dan menjiwai kegiatan  seni tersebut.

Salah satu idola dalam penari gayo adalah Bapak Ibrahim Kadir dan Bapak Mukhlis Gayo.

Seiring waktu berjalan darah seni itu terus diasah dari kelas 3 SD sampai sekarang terus bergerak dan membuktikan serta mempromosikan diri baik dalam festival dan kegiatan lainya.

Seiring waktu berjalan pada  tahun 1996 sampai 2007 yang waktu itu saya diangkat menjadi Ketua Beberu dan Bebujang di kampung Asir-asir dan sebagai Ketua Sanggar Arias.

Banyak kegiatan yang dilakukan seperti penyambutan tamu yang datang dari luar daerah  yang dilakukan di kampong-kampung ataupun di hotel yang ada di Takengon.

Banyak karya   yang telah di ciptakan baik selaku penyanyi, pemain musik ataupun sebagai penari tradisional.

Dalam Festival Danau Lut Tawar tahun 2013 Sanggar Arias mendapat 3 penghargaan juara 1 musik kerasi , juara 2 musik tradisi dan juar 2 tari guel yang sebagai dewan juri Bapak Ibrahim Kadir, Peteri ana Kobat.

Banyak karya yang telah menjadi juara baik di tingkat kabupaten propinsi maupun nasional.

Juara 3 Lomba Tari Majulah PKK tingkat Nasional tahun 2018 juara 1 FLS2N dan lain lain.

Dalam Kegiatan PORDA tahun  2006 dan  Gamifest 2018 Saya di tunjuk sebagai pelatih tari yang dilatih sebanyak 600 orang  dan Gamifest sebanyak 300 orang  yang ada di lingkungan sekolah  dan juga pernah menciptakan Tari Batok Tingkat TK sebanyak 500 anak-anak TK tahun 2012.

Pada Tanggal 9 Januari 2019 saya dipercayakan oleh pemerintah Daerah mengemban tugas sebagai Kepala sekolah Pada SD Negeri 7 Lut Tawar di Kampung Asir-asir sampai sekarang.

Disekolah inilah saya terus melakukan serta menanamkan akar budaya khususnya budaya Gayo pada anak-anak.

Saya mengajarkan siswa-siswi dalam kegiatan seni dan Alhamduliilah selama menjabat banyak sekali penghargan yang telah  di raih seperti juara 1 tari guel tingkat Sekolah Dasar 2021,juara 1 tari mumiyo 2019, juara  1 Tari Resam Berume 2019 dan masih banyak lagi sebanyak 46 penghargaan  baik dalam seni maupun dalam bidang akademik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar