Bahas Bahasa Gayo, Pusat Kajian Kebudayaan Gayo Libatkan Multipihak

KBRN, Takengon: Pusat Kajian Kebudayaan Gayo mulai membahas bahasa Gayo. “Ada beberapa topik yang sudah dibahas selama 11 kegiatan yang sudah berjalan selama hampir dua bulan ini, di antaranya budaya, sejarah, pendidikan, seni, pertanian/ekonomi (kopi), dan sekarang bahasa,” kata Ketua Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, Yusradi Usman Al-Gayoni, Jumat (20/5/2022. 

Perlunya dibahas bahasa Gayo, aku Yusradi, melihat kecederungan mulai ditinggalkannya bahasa Gayo dalam rumah tangga, lingkungan ketetanggaan, guyub, dan lingkungan masyarakat. Saat ini, penutur bahasa Gayo lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia saat berkomunikasi satu sama lain. “Ini penting dibahas. Bagaimana menggugah kesadaran semua pihak baik di Gayo maupun di luar Gayo (perantauan) akan pentingnya bahasa Gayo, upaya pelestariannya, dan bagaimana mewariskannya kepada generasi Gayo mendatang, terutama kepada generasi Z (1997-2012) dan generasi post Z ( ≥ 2013),” sebutnya. 

Karenanya, sambung penulis buku “Ekolinguistik” itu, pembahasan tentang bahasa Gayo akan dilihat secara komprehensif. “Tidak hanya soal mikro, tetapi juga soal makro. Mikro, mulai dari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Demikian makronya, mulai dari linguistik arkeologi, linguistik historis komparatif, psikolinguistik, sosiolinguistik, antropologi linguistik, dan ekologi linguistik (ekolinguistik),” ujarnya. 

Dalam pembahasannya, jelas penulis buku “Tutur Gayo” tersebut, akan melibatkan multipihak, mulai akademisi, peneliti, penulis, pemerhati/pegiat bahasa, komunitas, media, eksekutif, sampai legislatif. “InsyaAllah dari sisi kebijakan juga akan dibahas nantinya, dengan melibatkan empat pemerintah kabupaten di Gayo-Alas, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Termasuk, legislatifnya. Dengan demikian, bisa masuk kebijakan, jadi muatan lokal di sekolah-sekolah yang ada di Gayo-Alas. Pada akhirnya, pelestarian dan pewarisan bahasa Gayo bisa berjalan efektif,” tegasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar