25 Juni, Hari Pelaut Sedunia

KBRN, Takengon : Komunitas pelaut internasional akan memperingati setiap tanggal 25 Juni sebagai Hari Pelaut Sedunia. Dalam peringatan Hari Pelaut Sedunia tahun ini, International Maritime Organization (IMO) mengangkat tema “Seafarers are Key Workers” ; "Pelaut adalah Pekerja Kunci".

Hari Pelaut Sedunia pertama kali diperkenalkan pada Amandemen Manila bulan Juni tahun 2010 yang mengadopsi revisi besar terhadap Konvensi STCW dan Kode terkait, di mana Konferensi Diplomatik sepakat bahwa kontribusi yang dibuat oleh para pelaut untuk perdagangan internasional harus diakui dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Pelaut Sedunia.

Konvensi STCW adalah konvensi internasional tentang standar latihan, sertifikasi, dan dinas jaga untuk pelaut yang menetapkan kualifikasi standar untuk kapten, perwira, dan petugas penjaga diatas kapal niaga yang berlayar. STCW dilahirkan pada 1978 dari konferensi Organisasi Maritim Internasional (IMO) di London dan mulai diterapkan pada tahun 1984. Konvensi ini mengalami perubahan yang besar pada tahun 1995.

Tanggal 25 Juni yang dipilih sebagai Hari Pelaut Sedunia merupakan hari di mana Amandemen tersebut secara resmi diadopsi. Hari Pelaut Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2011 saat IMO mengampanyekan dan menggalang dukungan dari seluruh masyarakat dunia untuk mengucapkan terima kasih kepada para Pelaut.

Nenek moyangku orang pelaut. Gemar mengarung luas samudra, menerjang ombak tiada takut, menempuh badai sudah biasa, angin bertiup layar terkembang, ombak berdebur di tepi pantai. Pemuda b’rani bangkit sekarang, ke laut kita beramai-ramai.

Teks di atas adalah penggalan dari syair sebuah lagu “Nenek Moyangku Orang Pelaut”. Lagu yang heroik, yang mengingatkan kembali kepada para pemuda bahwa Indonesia tidak terpisahkan dengan laut dan menjadi bagian integral bahwa kehidupannya sangat dekat dengan laut.

Tidak dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dan laut telah menjadi rumah kedua bagi sebagian masyarakat Indonesia. Namun kesadaran sebagai masyarakat bahari dalam beberapa dekade telah meluntur, hingga munculnya kesadaran bahwa Indonesia adalah negara maritim dan laut menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia kini dan masa yang akan datang.

Dikutip dari berbagai sumber

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar