FOKUS: #VAKSIN COVID

Melihat semangat kampung Bupati Shabela dalam percepatan program vaksinasi Covid19

KBRN, Takengon: Program vaksinasi Covid19 di kabupaten Aceh Tengah terus berjalan.

Tidak tanggung-tanggung, target vaksinasi ingin dicapai daerah yang dipimpin Shabela Abubakar ini adalah 70 persen.

Bagaimana sebenarnya upaya-upaya yang dilakukan semua pihak dalam mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity?

Apakah desa-desa yang jauh dari ibukota kecamatan yang tersebar di 14 wilayah Aceh Tengah juga dijangkau pemerintah? 

Termasuk di kampung Bupati Aceh Tengah sendiri, kecamatan Bintang?

Jika di kawasan kota, tidak heran ada program vaksinasi yang rutin dilakukan, sehingga masyarakat yang ingin vaksin, tinggal datang ke lokasi yang ditentukan.

Sejauh ini untuk di kota Takengon, program vaksinasi yang setiap harinya melayani masyarakat adalah gerai vaksinasi Covid19 Polres Aceh Tengah yang dipusatkan di gedung Pendari, jalan Yos Sudarso-Commodore.

Selain itu, sejumlah Puskesmas di kawasan kota juga beberapa kali terpantau melaksanakan program vaksinasi.

Nah, bagaimana dengan di tingkat desa? Reje desa Kelitu, kecamatan Bintang Aceh Tengah Asriadi mengaku persentase masyarakatnya yang sudah ikut vaksin mencapai 80 persen, selebihnya masih dalam tahap sosialisasi dan ada pula yang memang tidak bisa divaksin karena penyakit bawaan dan faktor usia.

"Jumlah masyarakat kita di Kelitu semuanya ada 480 jiwa, yang sudah divaksin persentase 80 persen," ujarnya.

Antusias masyarakat Kelitu itu kata Reje tidak terlepas dari sosialisasi yang terus dilakukan oleh sejumlah pihak, baik dari pemerintah, TNI/Polri maupun dari instansi kesehatan.

"Kenapa semangat di vaksin? Ya itu relatif ya, ada yang memang sudah diberi pemahaman dan tahu manfaatnya dari segi kesehatan, ada juga yang sebagian kecil karena belum berfikir untuk vaksin, kalau saya sendiri karena untuk (mencegah) penyakit, untuk kesehatan ini lah," ungkapnya.

Ketua Forum Reje kecamatan Bintang Safuandi menyampaikan ada metode yang harus dirubah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat ikut percepatan vaksinasi Covid19.

Metode selama ini masyarakat datang ke fasilitas kesehatan untuk di vaksin.

Maka untuk mencapai program herd immunity, metode yang harus dilakukan saran Reje Kala Segi, petugas kesehatan yang harus datang ke desa untuk melakukan vaksinasi.

Dengan cara tersebut Reje Kala Segi ini meyakini antusias masyarakat meningkat.

"Ide dari (petugas) Puskesmas ke kampung, ke desa, yang memaksin dari Puskesmas saya ajak ke kampung, maka orang desa itu enggak banyak komentar lagi, enggak dipanggil ke Puskesmas, maka semua (warga) berkeinginan di vaksin," jelasnya.

Diakui Reje Kala Segi ini, persentase masyarakatnya yang sudah divaksin covid19 sudah mencapai 75 persen.

Sementara itu Camat Bintang, Erfan Julianto menyampaikan untuk meningkatkan antusias masyarakat dalam mendukung program vaksinasi Covid19 pemerintah, maka pihaknya turun ke desa-desa yang jauh dari ibukota kecamatan.

"Kecamatan Bintang bersama Forkopimcam Bintang melakukan kegiatan vaksinasi terpusat tiga kampung yang berada di ujung timur Kecamatan Bintang, Jamur Konyel, Atu Payung, Serule. Kegiatan jemput bola ini kami lakukan dalam rangka mempercepat proses penyuntikan vaksinasi bagi masyarakat sebagai salah satu langkah pencegahan penularan covid 19," kata Erfan Julianto.

Diakui, progres capaian vaksinasi di kecamatan Bintang saat ini masih sekitar 30 sampai 40 persen.

Pun demikian, Pemerintah kecamatan Bintang tetap mematok target capaian vaksinasi Covid19 sebesar 70 persen.

Kendala ketersediaan dosis diharapkan ke depannya tidak dijumpai lagi.

"Kendala adalah ketersediaan (vaksin). Kemarin kita turun ke lapangan masih ada beberapa masyarakat yang belum tersuntik vaksin karena habis, jadi ini menjadi PR kita, ke depan kami sudah koordinasi supaya disediakan banyak, karena massal akan kita laksanakan," sebutnya.

Juru Bicara Satgas penanganan Covid-19 Aceh Tengah dr. Yunasri menyampaikan akibat pandemi Covid-19 tersebut, setidaknya ada 74 warga di Aceh Tengah meninggal dunia dan 1270 diantaranya positif.

Percepatan penanganan Covid-19, tidak lain katanya adalah dengan vaksinasi.

"Tentunya safety kita adalah bagaimana percepatan pelaksanaan vaksinasi, di kita sudah 43,3 persen secara keseluruhan," ungkapnya.

Yunasri menargetkan hingga Desember 2021, program vaksinasi dapat terealisasi mencapai 70 persen.

Pun demikian, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Tengah itu berharap masyarakat untuk tidak lenga dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid19.

"Kita berharap jangan lenga, karena kita masih dalam masa pandemi, tetap jalankan protokol kesehatan," pungkasnya.

Perwakilan Dinas Pariwisata Aceh Tengah Taufik Hidayah menyampaikan harapannya dengan semangat pemerintah dalam peningkatan percepatan program vaksinasi Covid19.

Dengan percepatan vaksinasi dapat meyakinkan para wisatawan bahwa Aceh Tengah memang benar-benar siap dalam menerima wisatawan luar daerah.

"Sektor pariwisata bisa di buka kembali, untuk meningkatkan ekonomi. Aceh Tengah daerah pariwisata yang menurut saya sudah menjadi daerah tujuan wisata yang indah dan aman, " ujarnya.

Demikian pula halnya disampaikan warga yang tinggal di daerah wisata kecamatan Bintang, Asriadi.

"Harapannya pastinya kan meningkatkan kunjungan wisatawan, pastinya kan iya. Wisata ini kan bagian dari peningkatan ekonomi, lebih-lebih masyarakat di sini banyak yang dagang, jualan," paparnya.

Sekretaris Daerah Taqwallah menyebut, Pemerintah Aceh saat ini gencar mensosialisasi manfaat vaksin bagi masyarakat. 

Gubernur, Sekretaris Daerah (Sekda) dan para Kepala SKPA secara berkala turun ke masyarakat untuk meninjau realisasi vaksin. 

Kebijakan itu dalam upaya mempercepat pembentukan kekebalan kelompok di Aceh guna memutus matarantai penyebaran covid-19. 

Menurutnya, sosialisasi penting dilakukan dalam upaya menyadarkan masyarakat terkait pentingnya vaksin. 

Di samping itu katanya, juga sebagai bentuk menangkal informasi bohong tentang vaksin yang berkembang di tengah masyarakat.

Sekda Taqwallah melaporkan, per 1 Oktober 2021, masyarakat Aceh yang telah mendapat vaksin dosis pertama berjumlah 1.020.155 orang yang terdiri dari 61. 274 tenaga kesehatan, 29.564 orang masyarakat lanjut usia, 304.767 orang petugas pelayanan publik, 599.301 orang masyarakat rentan dan umum serta 25. 249 orang anak usia remaja.

Sn 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar