Terlahir dari anak petani, pria asal Bener Meriah buktikan kemahiran di dunia olahraga

KBRN, Takengon: Ramdhan Atika, terlahir dari keluarga petani di kabupaten Bener Meriah, tepatnya di desa Pulo Tige, Permata, Bener Meriah.

Pria kelahiran 20 Juli 1998 ini ternyata sudah memiliki bakat dalam segala hal olahraga.

Simak kisahnya yang disampaikan oleh orang-orang dan saudara terdekat Ramdhan Atika, atlet Rugby PON XX PAPUA asal kabupaten Bener Meriah.

Kisah kecil anak dari pasangan Almarhum Budian dan Hamidah merupakan keluarga yang sederhana.

Ayah dan Ibunya adalah seorang petani. Ramdhan Atika menyelesaikan pendidikan SD di Jungke, Permata, Bener Meriah.

Diungkapkan Hamzah, Abang sepupu Ramdhan, selesai pendidikan SD, adiknya itu pun melanjutkan ke Pesantren yang ada di kabupaten Bireuen.

Tak sampai 3 tahun, takdir berkata lain, Ayah Ramdhan meninggal dunia, hingga akhirnya pendidikan pesantren dilanjutkan di tempat kelahirannya.

"Awalnya Pesantren di kabupaten Bireuen, cuman satu tahun, meninggal ayahnya, pindah ke Pesantren di Bener Meriah. Selesai kemudian balik ke kampung di Permata, melanjutkan SMA di sana," ungkapnya.

Selesai mengenyam pendidikan SMA, Ramdhan Atika melanjutkan kuliah di Universitas Syah Kuala, Banda Aceh dengan mengambil jurusan Penjaskes.

Jurusan tersebut dipastikan Hamzah sesuai dengan bakat yang memang dimiliki Ramdhan sejak kecil. 

"Dari kuliah itulah dia pertama kali mewakili Indonesia main Rugby ke Filipina, sekitar tahun 2019," jelasnya.

Sementara bila menelisik kehidupan keluarganya, diakui Hamzah, seperti orang suku Gayo pada umumnya, selain berkebun juga menjadi buruh kutip kopi.

"Berkopi, enggak banyak kopi dia. Selain itu kayak biasa ngutip kopi sanak keluarga untuk tambahan kebutuhan hidup sehari-hari keluarga," paparnya.

Diakui saudaranya itu, berkat dari kemampuannya dalam hal olahraga menghantarkan Ramdhan berhasil masuk USK.

"Niat memang kuliah. Ada kendala biaya. Kebetulan dia ini terkenal pemain volley, kebetulan dia main bagus, ada kawan dari Banda pemain volley juga, ditarik lah main ke luar, nah dari situ dibantu lah, akhirnya lulus di USK," jelasnya.

Sementara itu Paman Ramdhan Atika Fajar mengakui banyak olahraga yang digemari anak dari pasangan Almarhum Budian dan Hamidah tersebut.

"Sejak SD, hobinya itu bola, bola itu terus. Main bola sering, kelas 6 SD, itu udah nampak ke volley ball, sejenis bola pokoknya hobi dia," ungkap Paman Ramdhan Atika kepada RRI sembari tertawa kecil.

Pak Cik, panggilan dalam bahasa Gayo untuk sebutan Paman juga mengaku Ramdhan memiliki keinginan besar untuk membahagiakan orang tua.

"Memang kalau secara pekerjaan cita-cita belum lah juga (diungkapkan). Tapi kalau masalah cita-cita sesungguhnya di hati dia itu kita tahu, dia hanya untuk membahagiakan orang tua, kek mana pun usaha dia ingin membanggakan orang tua, saudaranya, dan ingin almarhum ini (Ayah) bangga," demikian Pak Cik Fajar.

Ramdhan Atika memiliki prestasi olahraga baik dibidang volley maupun Rugby.

Di cabang olahraga Rugby telah mewakili Indonesia ke Filipina tahun 2019 dan mengikuti kompetisi di dalam negeri hingga akhirnya utusan Aceh di PON Papua 2021.

Harapan banyak masyarakat Aceh, Ramdhan Atika dapat berprestasi, lebih-lebih lagi saat tuan rumah PON Aceh-Sumut 2024.

Sn 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar