Corona, Pergilah

Amri Harahap, penjual atribut kemerdekaan RI di Takengon. Foto@rri

KBRN, Takengon : Ini Amri Harahap, pria 35 tahun asal Medan, Sumatera Utara. Ia perantau, dan sudah menetapkan di Takengon Aceh Tengah sejak 2010 silam. 

Kesehariannya, Amri menjual bakso keliling. Ia mangkal di depan Gedung Olah Seni (GOS) Takengon. Pada jam pulang sekolah, Amri minggat sejenak, jemput bola, pindah mangkal ke depan sekolah berharap banyak pembeli.

Belakangan, pria anak tiga itu juga menjual atribut kemerdekaan. Ini pekerjaan sampingannya. Atribut itu juga dijajal di depan GOS Takengon. Sembari jualan bakso.

Ini tahun ketiga Amri menjual atribut kemerdekaan. Pada Sabtu (7/8) pagi, saat disambangi rri, Amri Harahap sedang sibuk mengurusi atribut untuk dijual. Tidak jauh dari tempat Ia jajal atribut, terparkir gerobak bakso keliling miliknya.

Hari itu memang masih pagi. Arloji masih menunjukkan sekitar pukul sembilan. Pagi-pagi seperti itu, tidak banyak peminat bakso. Jajanan ini biasanya menjadi incaran jelang siang hingga sore hari.

Kepada penulis, Amri Harahap mengaku penjualannya selama ini menurun drastis. Baik itu bakso terlebih atribut kemerdekaan.

Bahkan katanya, pada Jumat (6/8), atribut yang Ia jual laku tiga lembar. Pertama dalam sejarah dunia penjualan atribut yang ditekuni sejak 2019.

Kondisi ini hemat Amri Harahap, dipicu lantaran ekonomi masyarakat melemah akibat pandemi covid. Semua sektor mata pencarian masyarakat terganggu. 

"Mungkin karena Corona di daerah kita semakin parah. Ekonomi masyarakat susah," katanya.

Karenanya, Amri Harahap mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama-sama menerangi wabah ini. Semua orang harus ambil peran. Bantu pemerintah mempercepat memutuskan mata rantai Corona, mulai dari masyarakat bawah, minimal dengan taat menggunakan protokol kesehatan. 

"Yang tepat kita lakukan sekarang, taat protkes, saling jaga kesehatan," kata Amri.

Amri Harahap tak berkecil hati kendati atribut dagangannya laku sedikit. Terpenting baginya, makna kemerdekaan dikalangan masyarakat masih terasa kental. 

Atribut yang tersisa katanya, dikembalikan ke pemiliknya di Bandung, Jawa Barat. Amri berharap, ini tahun terakhir pandemi melanda Indonesia. Dengan upaya bersama, Ia menyakini, harapan itu akan menjadi kenyataan.

"Ini harapan kita semua, Corona, pergilah, semoga,".

Disisi lain, pemerintah daerah Aceh Tengah pada tahun ini juga meniadakan sejumlah kegiatan rangkaian HUT RI guna mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi penyebaran Covid.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar