Nikmati sajian ikan Depik goreng gurih, ikan asli Gayo

Ikan Depik merupakan ikan asli Danau Luttawar, ikan berukuran 5 sampai dengan 7 sentimeter ini dapat diolah berbagai jenis, bahkan untuk oleh-oleh bagi wisatawan yang berasal dari luar daerah. Selengkapnya disampaikan Satiran

KBRN, Takengon: Siang itu, cuaca di kawasan kota Takengon cukup mendukung untuk mengelilingi sejumlah objek wisata.

Aceh Tengah memiliki Danau Luttawar, sebuah danau kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo.

Luas danau kebanggaan masyarakat suku Gayo ini diperkirakan mencapai 5400 hektar dengan panjang mencapai 17 kilometer dan lebar 3, 219 kilometer.

Disinilah hidup ikan asli Danau Luttawar yang disebut masyarakat setempat ikan Depik.

Reporter:

"Selamat siang pendengar RRI, siang ini saya akan mengajak Anda mencari oleh-oleh dari dataran tinggi Gayo, yaitu ikan Depik goreng yang gurih dan renyah, ikuti perjalanan saya," 

Untuk mendapatkan oleh-oleh ikan Depik goreng ini, gampang-gampang susah, karena tidak serta merta diproduksi dengan jumlah yang banyak demi menjaga rasa dan kualitas.

Seperti disampaikan Lena, warga desa One-one, kecamatan Luttawar Aceh Tengah yang berprofesi sebagai pedagang.

"Sistim kita yang segar-segar semua. Ya enggak diolah kalau enggak dipesan, termasuk ikan Depik goreng. Dipesan dulu, nanti saya buat, kalau enggak dipesan enggak dibuat," kata Lena.

Reporter:

"Pendengar untuk Anda yang tidak tahu bagaimana cara untuk memesan, jangan khawatir, karena ada ikan Depik kering yang juga dijual di sepinggiran Danau Luttawar ini, dan Anda bisa olah sendiri,".

Biasanya ikan Depik goreng ini dijual satu porsi untuk sekali makan.

Masih menurut Lena, dalam satu porsi terdapat 10 hingga 12 ekor ikan Depik, dibandrol dengan harga 10 sampai 15 ribu.

"Harganya murah meriah 10 ribu kalau Depik goreng, ada juga Depik pengat itu 15 ribu, karena harus dikeringkan," ujarnya

Warga Takengon, mustahil jika tidak pernah mencicipi ikan mungil yang diolah tanpa perlu dibersihkan dari kotorannya ini. 

Ya, ikan Depik memang hidup di air yang selalu dalam keadaan bersih atau biasa disebut masyarakat setempat didisen. 

Sri Rahayu mengungkapkan, ikan Depik goreng memiliki cita rasa yang berbeda dari ikan-ikan yang ada, terlebih lagi ditangan masyarakat Gayo yang kini mulai lincah menciptakan beragam olahan untuk jenis ikan Depik goreng.

"Enak, renyah, apalagi sekarang semakin pintar mengolah, ada yang digoreng pakek daun pandan, daun jeruk, jadi pas dimakan bukan rasa ikan aja tapi ada wangi-wangi aroma daun jeruk, daun pandan juga," sebut Ayu.

Reporter:

"Pendengar, untuk Anda yang jalan-jalan ke Takengon dan hendak membawa pulang oleh-oleh, jangan bingung. Ikan Depik goreng ini cocok untuk buah tangan keluarga".

Dari Takengon, Satiran melaporkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar