Tekan Angka Kemiskinan, Pemerintah Aceh akan Gelar Operasi Pasar

KBRN, Takengon : Pemerintah Aceh telah menyusun strategi untuk menekan angka kemiskinan. Salah satunya dengan mengadakan operasi pasar dalam upaya menekan pengeluaran masyarakat. Dalam kegiatan kali ini, pemerintah membidik kabupaten/kota dengan persentase penduduk miskin terbanyak.

Kepala Bappeda Aceh T. Ahmad Dadek saat berkunjung ke Takengon Kamis (25/2) kepada rri mengatakan, berdasarkan survei BPS per Maret tahun 2020, persentase penduduk miskin terbanyak; Aceh Singkil, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya dan Bener Meriah. Sementara yang paling banyak penduduk miskin ; Aceh Utra, Pidie, Bireun, Aceh Timur dan Aceh Barat.

“Itu data BPS tahun lalu, karena tahun ini hanya merilis untuk tingkat provinsi,” katanya.

Dadek menyebut, operasi pasar yang diarahkan kepada kabupaten kota bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sementara Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten/Kota (APBK), operasi pasar diarahkan untuk kecamatan.

Kemiskinan di Aceh kata Dadek, juga dipengaruhi minimnya dana swasta. Investasi di Aceh minim. Berbeda dengan provinsi tetangga Sumatera Utara dengan dukungan  investasi yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Dadek menyebut, tingkat kemiskinan paling tinggi ada di pedesaan. Hal ini dipengaruhi karena masih berlaku tanam, petik atau tangkap lalu jual. proses pengolahan minim.  Karenanya menurut Dadek, industri skala kecil perlu ditingkatkan.

“Ini salah satu fokus kita kedepan,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kemiskinan di Aceh sebesar 15,43 persen atau tertinggi di Sumatera dengan jumlah penduduk miskin bertambah 19 ribu orang pada September 2020. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00