Alfamart Bangun Lima Titik Usaha di Takengon, Pedagang Tradisional Terancam?

KBRN, Takengon : Pemerintah Aceh Tengah membuka keran untuk  Alfamart. Kabarnya ada lima titik usaha yang disetujui dari 10 yang diajukan pertengahan September 2020. Lima titik itu; Pegasing, blang kolak II, paya ilang, kemili, dan simpang Empat.

Alasan industri waralaba itu akan disetujui, salah satunya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, menyerap tenaga kerja dan membantu pemasaran produk lokal. Ketentuan itu kabarnya sudah disepakati bersama.

"Ya, lima yang akan disetujui dengan pertimbangan tadi," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Aceh Tengah T. Alaidinsyah kepada rri Kamis (26/11).

Begitupun katanya, izin usaha itu belum diterbitkan lantaran belum ada rekomendasi dari dinas teknis; Bappeda, Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup

T. Alaidinsyah juga tak menampik ada usaha Alfamart di Pegasing yang ditutup dua pekan lalu. Penutupan itu katanya, lantaran perusahaan belum mengantongi izin usaha sesuai PP 24/2018.

Dalam kesempatan itu, T. Alaidinsyah juga merespon kekhawatiran pedagang tradisional yang ada di Aceh Tengah dengan memudah proses perizinan. Sejumlah fasilitas dalam urusan perizinan tidak dipersyaratkan.

"Oh tidak, justru izin usaha untuk pedagang tradisional kita permudah, dan izin usaha ini semuanya gratis," katanya.

T. Alaidinsyah juga membenarkan empat Indomaret di Aceh Tengah pada Rabu kemarin ditutup sementara lantaran izin usaha telah berakhir pada awal Juli 2020.

Sebelum eksekusi katanya, petugas telah menghimbau perusahaan secara berkala untuk mengurus izin.

T. Alaidinsyah juga mengaku, perusahaan Indomaret secara lisan sudah memohon penambahan titik usaha, namun tidak disetujui.

"Sementara waktu kita stop, karena Alfamart juga mau buka lima titik," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00