Stagnan, DPR Aceh Tengah Dalami Masalah SRG

KBRN, Takengon : DPR Aceh Tengah minta pemerintah daerah segera mengambil kebijakan tepat dalam upaya meningkatkan haga kopi gayo. Permintaan itu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah yang manyoritas petani kopi. Permintaan itu disampaikan Ketua Komsi C DPR Aceh Tengah Muchsin Hasan kepada rri, Rabu (28/10). Hematnya, harga jual gelondongan sekarang berkisar 55 s/d 60 ribu/kaleng dari sebelumnya lebih dari Rp100 ribu/kaleng.

Permintaan itu menurut Muchsin, penting segera direspon mengingat sisa masa panen kopi gayo semester kedua tahun ini berakhir Desember. Menurutnya, salah satu kebijakan tepat dengan memanfaatkan sistem resi gudang (SRG). Solusi ini katanya, cukup berdasar, terlebih setelah pemerintah daerah mengantongi lima sertifikat resi gudang.

“Tapi kenapa ini belum jalan? Kami tidak tahu, nanti kami akan dalami kendalanya, apakah dipembiayaan atau bagaimana,” katanya.

Secara kepartaian, sebut Ketua DPD II Golkar Aceh Tengah ini, juga telah melaporkan kepada Ketua Golkar Aceh TM Nurlif agar dapat mendorong Fraksi Golkar di tingkat DPR Aceh untuk bersinergi dengan pemerintah provinsi demi mempercepat realisasi janji Jokowi membeli kopi gayo Rp1 Triliun.

TM Nurlif kata Muchsin, juga telah menyatakan kesiapannya membantu petani kopi gayo. Dalam waktu dekat katanya, TM Nurlif akan melaporkan kondisi harga jual beli kopi gayo kekinian kepada Menko Perekonomian RI yang juga Ketua Umum Golkar.

Kabag Ekonomi Setdakab Aceh Tengah Mawardi Munthe mengatakan, kendala utama resi gudang pada pembiayaan dari perbankan. Untuk itu, Ia berharap agar pihak berbankan terkait menambah alokasi dana yang diperuntukkan untuk memaksimalkan jalannya sistem resi gudang.

“Salah satu msalahnya sekarang di pembiayaan,” katanya.

Pemerintah daerah sebut Mawardi, juga telah bersurat ke Kementarian Perdagangan RI agar pengusaha pribumi dapat berpartisipasi dalam membantu membeli kopi gayo.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00