Rektor Universitas Gajah Putih Takengon Sarankan Pemerintah Perkuat Resi Gudang Kopi

KBRN, Takengon: Hingga saat ini, petani kopi di dataran tinggi Gayo mengaku belum merasakan adanya langkah nyata yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan ekonomi petani kopi.

Hal itu dinilai dari harga kopi merah atau kopi gelondong yang masih di bandrol murah untuk setiap takaran 1 kaleng, hanya Rp 60 ribu.

Menanggapi itu, Rektor Universitas Gajah Putih Takengon, Eliyin memberikan masukan atau saran kepada Pemerintah di dataran tinggi Gayo.

Baca: Duh, Harga Kopi Kapan Naik? Panen Raya Segera Tiba

“Pertama kan resi gudang, ditambah volumenya. Kalau missal selama ini 2 ribu ton, ini langsung di tingkatkan. Otomatis perlu dana, ya jalinlah dengan beberapa perbankan. Kalau selama ini hanya BRI. Kalau bisa Mandiri, Bank Aceh Syariah, ini di manfaatkan semua. Sehingga hasil panen petani bisa ditampung dengan harga yang relevan,” ujar Rektor Universitas Gajah Putih Takengon, Eliyin, Jumat (16/10/2020).

Rektor Universitas Gajah Putih Takengon, Eliyin meyakini, Pemerintah daerah tidak mungkin dapat menyelesaikan masalah ekonmi petani kopi secara mandiri. Dibutuhkan peran pemerintah Provinsi dan pemerintah Pusat.

Baca juga: Petani Tagih Janji Jokowi Beli Kopi Gayo

“Perlu turun tangan pemerintah Provinsi dan pemerintah Pusat. Provinsi misalkan apakah dengan system resi gudang juga atau melalui Dinas Perindustiran, perdagangan dan pemasaran yang lebih intens. Kemudian pemerintah Pusat juga harus turun tangan, misalkan mengatur regulasi tentang harga kopi secara domestic dan juga ke luar negeri, dan kalau bisa melibatkan gudang besar dibawah pemerintah pusat untuk resi gudang juga,” timpalnya lagi.

Agar pemerintah Provinsi dan Pusat terlibat, disinilah jelas Eliyin butuh peran dari pemerintah Kabupaten.

“Pemerintah daerah, melalui Bupati harus bergerak, menyurati Menteri terkait, kalau ke Provinsi langsung ke Gubernur. Melobi langsung, kalau kita diem disini, pemerintah Provinsi dan Pusat sebenarnya tahu, tapi istilahnya mereka menganggap ini belum prioritas. Tapi kalau di desak terus dan terus kan mereka secara otomatis turunkan tim nanti,” demikian Rektor UGP Takengon.

Baca: Covid-19 Ganggu Pemasaran Kopi Arabika Gayo Ke Berbagai Negara

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00