Ribuan Pelaku Usaha di Aceh Tengah Daftar Bantuan UMKM

KBRN, Redelong : Ribuan pelaku usaha di kabupaten Aceh Tengah mengajukan permohonan untuk mendapatkan Bantuan Presiden (Banpres)  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar Rp  2,4 juta .

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindakop UKM) kabupaten Aceh Tengah Joharsyah mengatakan sekitar 4000  pelaku usaha yang telah menyerahkan berkas.

Berkas tersebut jelasnya akan diinput dan dikirim ke BPKP propinsi Aceh lalu ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia  untuk diverifikasi yang melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan baru kemudian ditetapkan sebagai penerima bantuan.

“Artinya tidak semua pemohon ini nanti bisa mendapatkan bantuan tersebut, diverifikasi dulu mana yang memenuhi ketentuan itu yang bisa mendapatkan," kata Joharsyah

Bantuan tersebut hanya  diberikan kepada pelaku UMKM yang belum pernah mendapat bantuan apapun selama covid-19. Begitupun usaha yang sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit lainya dari perbankan juga tidak berhak menerima bantuan tersebut.

“Misalnya sudah menerima bantuan lain seperti BLT, PKH, KUR itu tidak bisa menerima lagi. Nanti akan kelihatan dari NIK siapa-siapa yang sudah pernah terima bantuan. Kalau sudah menerima bantuan otomatis gugur," terangnya.

Joharsyah menambahakan  syarat yang harus dilengkapi pemohon yaitu surat keterangan usaha dari kepala kampung, foto copy KK, KTP, biodata diri dan foto usaha.

Pendaftaran sendiri sebenarnya sudah ditutup pada Senin 14 September 2020 lalau pada pukul 14.00 WIB. Namun karena antusias masyarakat cukup tinggi dan belum sempat menyerahkan berkas pihaknya masih membuka pendaftran sampai Selasa siang, akan tetapi pihaknya hanya menerima berkas tersebut melalui reje dan tidak secara pribadi untuk menjaga protokol kesehatan.

“Kalau hari ini kami hanya terima dari reje, kalau secara pribadi tidak kami layani supaya tidak terjadi desak-desakan seperti kemarin," demikian Joharsyah

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00