Hadapi Panen Raya, Bupati Minta DPRA Bantu Buka Keran Ekspor

KBRN, Redelong: Akibat pandemi covid-19 yang melanda hampir di seluruh dunia membuat pertumbuhan roda perekonomian sedikit melamban, tidak terkecuali Daerah penghasil kopi Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

Bupati Bener Meriah Sarkawi dalam setiap kesempatan menyampaikan bahwa masyarakat petani kopi sempat khawatir terhadap harga kopi yang sebelumnya pernah anjlok karena terhentinya ekspor ke luar negeri.

Terlebih lagi kata Sarkawi September 2020 mendatang Kabupaten penghasil kopi terbaik dunia itu akan panen raya.

“Kita membutuhkan keberadaan DPRA untuk memperkuat ketahanan pangan, khusus masalah kopi kita harus mengantisipasi panen besar di beberapa bulan ke depan karena kopi kita sebelumnya penanganannya belum maksimal,” ujarnya.

Dijelaskan, pihaknya berharap dapat menemukan solusi secepatnya agar ketika panen raya kopi, padi dan lainnya muncul hasilnya mampu dibeli oleh semua pengepul atau pedagang.

Saat ini tambah Abuya gudang yang berada di Sumatera Utara dan di Bener Meriah sendiri sudah penuh dengan barang komoditi unggulan Daerah tersebut, sehingga keran ekspor harus segera diupayakan terbuka agar roda ekonomi masyarakat petani kembali berputar.

“Atensi khusus masalah ini adalah saya khawatir nanti saat panen raya tiba para pedagang tidak mampu membeli, maka ini akan jadi pertumbuhan ekonomi yang berat bagi Kabupaten Bener Meriah,” ringkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00