Pelayanan Buruk, Menteri BUMN diminta Tegur Kinerja Bank Syari’ah Indonesia (BSI) di Aceh

KBRN, Banda Aceh : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Bardan Sahidi meminta menteri BUMN Republik Indonesia untuk menegur Bank Syariah Indonesia (BSI) di Aceh terkait  kinerja dan pelayanannya.

Hal itu disampaikan Bardan dalam rapat dalam sidang paripurna DPR Aceh saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) APBA tahun 2021 di gedung utama DPR Aceh, Selasa (4/5/2021).

Saat rapat berlangsung politisi PKS itu menyampaikan interupsi.  Ia meneruskan keresahan massyarakat Aceh, khusunya pengguna jasa perbankan dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) pada Bank BUMN dan BUMA di Aceh yakni BSI dan Bank Aceh Syariah atas kekosongan kas, gagal transfer saldo terdebit yang menyebabkan antrian panjang.

Hal itu menurutnya disebabkan kelemahan managemen dan dukungan IT perbankan di bumi serambi Mekkah itu.

“Saya meminta pemerintah dapat mengatasi ini dalam waktu yang tidak terlalu lama, apalagi menjelang idul fitri dan pembayaran gaji ASN bulan ke-13,”ujar Bardan

Permasalahan tersebut ungkapnya akan ditindaklanjuti dalam rapat kerja dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), pimpinan Bank BUMN dan BUMA yang ada di Aceh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00