Tebu Gayo Laris Manis Di Bulan Puasa

KBRN, Redelong: Sepanjang bulan puasa ini permintaan tebu dataran tinggi Gayo semakin hari semakin meningkat.

Terlihat hampir setiap harinya mobil pengangkut tebu lalu lalang Bireuen-Tanoh Gayo. Tanaman tebu terbanyak terdapat di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah dan Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah.

Samsul salah seorang petani tebu di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupten Aceh Tengah, saat dikonfirmasi mengatakan pesanan terbanyak datang dari Kabupaten Bireuen.

“Pembeli menggangkut tebu itu ke arah Bireuen, sesampainya di kota juang, tebu tersebut di jual kembali atau di ecer ke Kabupaten Tetangga seperti, Lhokseumawe-Kuala Simpang dan Sigli-Banda Aceh,” ucap Samsul Petani Tebu di Gayo, Senin (19/4/2021).

Harga jual Rp. 4.000-5.000 perbatang dan  bisa juga petani menjual dengan ukuran per meter dengan harga Rp. 1.000-2.000 per meter tergantung ukuran besarnya, tebu tersebut biasanya mereka sebut dengan sebutan tebu Aceh karena tidak mudah patah dan rasa harum manis.

Untuk tebu lokal sendiri petani menjual kepembeli dengan harga Rp. 1.500-2.000 perbatang dengan panjang 2-3 meter.

    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00