Umang, desa terpencil menyimpan potensi keindahan alam, pertanian dan perikanan

KBRN, Takengon: Umang, adalah nama salah satu desa yang ada di kecamatan Linge, kabupaten Aceh Tengah.

Jarak desa terpencil ini dari ibukota kabupaten Aceh Tengah diperkirakan mencapai 85 km atau perjalanan 2,5 jam menggunakan kendaraan roda empat.

Ada dua jalan yang dapat digunakan untuk menempuh desa dengan ketinggian 1280 MDPL ini, pertama melalui pegunungan Isaq via kecamatan Pegasing dan kedua melalui sepinggiran danau Lut Tawar kecamatan Bintang.

Sepanjang perjalanan menuju daerah tersebut, kita akan disuguhi pemandangan alam berupa pohon pinus.

Sesekali pada satu desa yang dilewati tampak masyarakatnya menjajakan oleh-oleh khas pedesaan, diantaranya tape, opak dan hasil bumi lainnya.

Memang kondisi jalan rusak, masih menjadi salah satu kendala masyarakat setempat untuk mengangkut hasil pertanian.

Menurut tokoh masyarakat setempat, Muspida, potensi tersembunyi dari desa tersebut adalah wisata alam, pertanian dan perikanan.

Namun hal itu belum tergarap maksimal, karena kondisi desa jauh dari kota dan infrastruktur belum memadai.

"Aktivitas masyarakat kebanyakan memang petani, perajin getah. Potensi ada wisata, batu belah, batu berukir dan air terjun. Ini tidak bisa kami olah mandiri, harus ad bantuan pemerintah," harapnya.

Perwakilan pemerintah untuk kecamatan Linge, Win Akbar menilai, desa Umang memiliki kelebihan di bidang pertanian dan perikanan.

Hal itu dibuktikan dengan adanya tinjauan beberapa buyer dari luar negeri ke daerah tersebut yang mengaku cita rasa kopi dusun Pantan Jemungket desa Umang istimewa.

Sedangkan di bidang perikanan, ribuan benih telah dijual ke berbagai daerah di Aceh berasal dari desa Umang.

"Potensi yang ada di Umang banyak, pertama kopi di dusun Jemungket, ini dengan kualitas yang sangat baik, sudah ditinjau oleh wisatawan Amerika, wisatawan asing dan mengakui bahwa kopi Umang punya cita rasa yang sangat istimewa. Kedua potensi bidang perikanan sangat menjanjikan karena punya sumber air yang sangat baik, bagus, dialiri dari pegunungan, sangat representatif untuk dikembangkan, jadi butuh edukasi dan sentuhan tangan pemerintah daerah," jelasnya.

Guna membuktikan apa yang disampaikan perwakilan pemerintah untuk kecamatan Linge itu, kami mencoba menemui masyarakat pembudidaya ikan di dusun Pantan Jemungket.

Firman mengaku sudah hampir tiga tahun menjalani budidaya ikan. Tidak saja menjualnya saat ikan telah dewasa, namun juga benih ikan turut dipasarkan hingga ke kawasan kota dan daerah lainnya di Aceh.

"Awalnya kan jaga tambak di Takengon, agak susah jadinya kepikiran buka sendiri. Hasilnya boleh dibilang adalah, tapi kadang ada musibah juga kendala air. Sekarang udah ada seribuan indukan dan jantan. Benih kalau kita jual ke tambak di Takengon" katanya.

Sementara potensi di bidang pertanian yaitu kopi, disampaikan petani dusun Pantan Jemungket Wahyu Saputra memiliki keunggulan tersendiri, yaitu kopi yang ditanam dan dirawat masyarakat setempat tanpa menggunakan zat kimia, atau kopi organik, dimana produksi kopinya tidak menggunakan zat sintetis seperti pestisida maupun herbisida.

"Untuk pemasaran kami sangat bangga, karena kami kelompok organik, itu membanggakan sekali untuk dan sangat menguntungkan sekali bagi kami petani kopi di dusun Jemungket ini. Kami membanggakan dibantu mesin giling, babat alat tani dan segi pemasaran dibeli di 26 negara, langsung di ekspor. Kami bisa go internasional, bisa mendunia, kami sangat bersyukur dari sini bisa untuk luar negeri," ungkapnya.

Dari potensi tersembunyi yang dimiliki desa Umang, menjadi harapan dari masyarakat kepada pemerintah, agar adanya pembangunan infrastruktur jalan, seperti diungkapkan warga setempat Edi Saputra.

"Akses jalan yang selama ini butuh perhatian pemerintah daerah, karena ini sangat prioritas menurut kami, dan ini menjadi harapan kami, ini kembali kami ingatkan jalan ini prioritas yang harus diutamakan di desa Umang hingga seluruh bentuk aktivitas yang ada di desa Umang ini bisa berjalan dengan lancar," harapnya.

Jalan pedesaan yang butuh perhatian pemerintah diungkapkan masyarakat setempat sepanjang 6 km.

Semoga harapan masyarakat Umang mendapatkan perhatian pemerintah, sehingga potensi daerah terpencil ini dapat dengan mudah dinikmati masyarakat secara luas.

Satiran

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar