FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Jamat belum bebas akses sinyal, bagaimana upaya pemerintah?

Infrastruktur pendidikan di pedalaman tengah Aceh, kemukiman Wih Dusun Jamat, Linge, Aceh Tengah

KBRN, Takengon: Masih ada daerah di kabupaten Aceh Tengah belum tersentuh jaringan telekomunikasi atau seluler dan internet, termasuk Kecamatan Linge, Kemukiman Wih Dusun Jamat, berjarak lebih dari 48,6 km dari kota Takengon, Aceh Tengah.

Warga Jamat, Kasmida menyampaikan keluhannya kepada RRI.

"Kondisinya masih payah, kami masyarakat Jamat sangat sedih karena sinyal HP di suatu tempat atau titik, nyarinya ke bukit-bukit di sekitar kampung, sekitar 4 kilo gitu. Masalah sinyal memang kami udah lama enggak pernah merasakan enaknya akses internet gitu," katanya.

Kami merasakan langsung betapa sulitnya mendapatkan jaringan seluler maupun internet, ditambah lagi kondisi jalan desa yang bebatuan.

Menurut masyarakat sekitar, ada satu bukit yang biasa digunakan untuk mendapatkan jaringan seluler maupun internet, dan berjarak 5 km dari pemukiman penduduk Kemukiman Wih Dusun Jamat.

Kami membuat janji dengan salah satu warga Kemukiman Wih Dusun Jamat, Joharsyah untuk kami hubungi dari Takengon guna mengetahui kualitas jaringan yang tersedia di perbukitan dan biasa disebut masyarakat setempat dengan sebutan bukit genteng lepat.

"Maunya yang kita butuhkan utama kan sinyal. Itu khayalan pertama, berhubung zaman ini sudah menjadi konsumsi sinyal," ungkapnya.

Lalu bagaimana Pemerintah menanggapi keluhan masyarakat.

Sekretaris Dinas Kominfo Aceh Tengah Maimun mengakui di Aceh Tengah terdapat 12 titik blank spot dan tersebar di 4 kecamatan, termasuk kecamatan Linge.

Upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia terkoneksi dengan adanya akses informatika dan telekomunikasi adalah dengan melaporkan ke Kominfo Pusat.

"Blank spot ini ranahnya pusat, kita sudah sampaikan ke Kementerian Kominfo dan kalau perlu tower maka orang itu (Kominfo pusat)," jelasnya.

Pemerintah kabupaten Aceh Tengah saat ini kata Maimun tengah mendirikan tower triangle untuk mendukung kehadiran jaringan GSM, utamanya di Kecamatan Bintang dan Kecamatan Linge.

"Kita membantu untuk jaringan GSM, kita minta bantu tower yang di Serule," timpalnya.

Sementara disinggung tindaklanjut dari hasil penyampaian laporan daerah blank spot Kominfo Aceh Tengah ke Kementerian Kominfo di Jakarta, jelasnya sudah mendapat respon.

"Udah turun, tapi mereka karena mungkin jangka panjang ataupun banyaknya daerah lain betul-betul blank spot yang mereka tangani, mereka mengantisipasi kemarin itu ada beberapa sekolah di daerah blank spot itu yang dibantu pusat, penggunaan langsung satelit," ungkapannya.

Sekretaris Dinas Kominfo Aceh Tengah tegaskan tahun ini persoalan jaringan telekomunikasi di kecamatan Bintang dan Linge sudah dapat diatasi.

"Udah ada beberapa titik, udah kita naikkan tower, belum kita konekkan, tinggal di Dedamar ini, tahun ini harus tuntas itu," demikian Maimun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar