Sistem Penyaluran Pupuk Subsidi Melalui Kelompok Tani

KBRN, Redelong: Pupuk sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, baik itu pupuk organik maupun anorganik (kimia).

Tetapi tahun 2021 ini, petani di Kabupaten Bener Meriah untuk mendapatkan pupuk, khususnya pupuk subsidi harus melalui proses yang telah ditentukan Pemerintah.

Uswatun Hasanah Kasi Pupuk Pestisida di Dinas Pertanian Kabupaten Bener Meriah saat dikonfirmasi RRI mengatakan, bahwa benar tahun ini dalam penyalurannya, penerima pupuk subsidi tersebut harus bergabung dalam kelompok tani.

“Penyaluran dari kios (penjual pupuk) sama seperti tahun sebelumnya, mereka menjual pupuk subsidi ke petani yang masuk dalam kelompok tani dan telah membuat  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” tutur Uswatun Hasanah, Minggu (28/2/2021).

Lanjutnya jika masyarakat yang tidak ada kelompok tani, mereka tidak bisa membeli pupuk tersebut, karena salah satu syarat untuk mendapatkannya harus mengajukan RDKK.

Rasidin salah seorang petani di Bener Meriah menuturkan dirinya bulan Maret ini  membutuhkan sedikitnya tiga zak pupuk subsidi untuk keperluan kebunnya.

“Saya mendengar tahun ini jika ingin membeli pupuk subsidi harus ada kelompok tani, jika tidak ada, tidak bisa untuk mendapatkannya, harapan kami untuk Pemerintah, supaya petani kecil seperti kami agar dipermudah untuk mendapatkan pupuk subsidi,” ungkapnya.

Tambahnya banyak petani kecil seperti dirinya hanya mampu membeli pupuk yang sudah di subsidi oleh Pemerintah. Karena perbedaan harga yang non subsidi bisa mencapai setengahnya.

Seperti Urea subsidi yang hanya dibandrol Rp. 112.500 per zak, non subsidi Rp. 300.000 per zak, NPK Phonska Rp. 115.000 per zak, non subsidi bisa mencapai Rp. 300.000-450.000 per zak.

Jenis pupuk yang di subsidi Pemerintah diantaranya, Urea, Za, Sp-36, NPK Phonska, Petrogonik, NPK Formula Khusus dan Phonska Oca.         

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00